Indonesia dan 7 Negara Muslim Kecam Serangan ke Dua Masjid di Tepi Barat Palestina

fin.co.id - 19/06/2026, 08:35 WIB

Indonesia dan 7 Negara Muslim Kecam Serangan ke Dua Masjid di Tepi Barat Palestina

Israel menutup total semua penyeberangan ke Gaza dan menghentikan arus bantuan kemanusiaan.

fin.co.id - Indonesia bersama Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA) menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menimpa Masjid Agung di Desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di Desa Mazar’a al-Nubani, wilayah Ramallah utara, Palestina.

Berdasarkan pernyataan bersama yang diunggah melalui akun resmi X Kementerian Luar Negeri RI dan dipantau di Jakarta, Jumat, delapan negara tersebut juga mengecam meningkatnya kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk penyerangan terhadap kedua rumah ibadah tersebut.

“Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kesucian tempat ibadah dan situs keagamaan, hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, dan resolusi PBB yang relevan,” menurut pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan itu, para menteri luar negeri menegaskan penolakan penuh terhadap berbagai tindakan yang mereka nilai ilegal dan terus dilakukan Israel di Wilayah Palestina yang diduduki. 

Mereka menilai tindakan tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya ketidakstabilan, kekerasan, dan ekstremisme, sekaligus menghambat berbagai upaya perdamaian yang tengah diupayakan masyarakat internasional.

Mereka juga menegaskan bahwa Israel, sebagai pihak pendudukan, harus bertanggung jawab atas serangan-serangan yang terjadi.

Selain itu, para menteri mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata dengan menekan Israel agar menghentikan eskalasi di Tepi Barat yang diduduki. Mereka juga meminta penghentian praktik-praktik ilegal dan kekerasan yang dilakukan pemukim serta memastikan para pelaku dimintai pertanggungjawaban tanpa adanya impunitas.

Dukungan terhadap rakyat Palestina turut kembali ditegaskan dalam pernyataan tersebut. Delapan negara itu menekankan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Pernyataan bersama itu juga menyatakan dukungan terhadap berbagai inisiatif yang bertujuan mengakhiri pendudukan Israel dan mewujudkan perdamaian yang adil, menyeluruh, serta berkelanjutan melalui solusi dua negara sesuai hukum internasional, resolusi-resolusi PBB terkait, dan Inisiatif Perdamaian Arab.

Sebelumnya, pada Rabu malam (17 Juni 2026), dua masjid di Desa Jiljilya dan Desa Mazar’a al-Nubani di Tepi Barat dilaporkan menjadi sasaran serangan pemukim Israel.

Mengutip laporan Anadolu, para pelaku membakar sebagian bangunan masjid dan mencoretkan slogan-slogan berbahasa Ibrani pada dindingnya. 

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya serangan yang menyasar kota-kota Palestina, tempat ibadah, lahan, serta berbagai properti milik warga.Kata kunci: Palestina, Tepi Barat, Ramallah, Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Israel, masjid, Jiljilya, Mazar’a al-Nubani, serangan, pemukim Israel, Yerusalem Timur, solusi dua negara, perdamaian Timur Tengah. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca