"Saya bersyukur atas pencapaian ini. Namun yang paling penting adalah bagaimana usaha yang kami jalankan bisa terus memberikan manfaat, membantu masyarakat bertransaksi dengan mudah, serta membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar. Saat ini, kami melayani sekitar 400 hingga 500 transaksi setiap hari, bahkan beberapa titik layanan beroperasi selama 24 jam," tuturnya.
Di balik pertumbuhan usahanya. BRILink Agen yang dikelola Darwin tidak hanya menjadi tempat transaksi keuangan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga lokal. Diketahui, saat ini, Darwin mempekerjakan 15 karyawan yang tersebar di berbagai titik layanan. Menariknya, sekitar 70% dari total pekerja tersebut merupakan Orang Asli Papua (OAP), sebagai bentuk komitmennya untuk turut memberdayakan masyarakat setempat.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa BRILink Agen tidak hanya berperan sebagai perpanjangan layanan perbankan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Melalui semangat kewirausahaan, inovasi, dan kedekatan dengan masyarakat, BRILink Agen turut mendukung pemerataan akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di berbagai wilayah,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, hingga Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah menembus 1,18 juta dan menjangkau lebih dari 80% desa di Indonesia atau sekitar 66.450 desa. Bagi BRI, capaian tersebut menegaskan posisi BRILink Agen sebagai tulang punggung layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa. Selain itu, kehadiran BRILink dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap transaksi perbankan.