fin.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merespons kelangsungan nasib para pelaku usaha kecil di kawasan wisata Cianjur. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan pedagang yang terdampak penertiban di Rest Area Seger Alam, Puncak Pass, Cipanas, Kabupaten Cianjur menyiapkan skema kompensasi berupa bantuan modal usaha sampai Rp10 juta, hingga peluang kerja baru di sektor formal dan kebersihan.
Sebagai langkah awal, Pemprov Jabar menyalurkan bantuan modal usaha dan biaya sehari-hari agar para pedagang dapat langsung memutar kembali roda perekonomian mereka pasca-penertiban.
"Ya tahap pertama kita hari ini kan selesaikan dulu aja memberikan kompensasi untuk mereka untuk biaya hidup. Dan untuk modal usaha baru," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Bandung, Kamis, 18 Juni 2026.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut menilai, stimulus permodalan yang diberikan sudah sangat memadai untuk merintis bisnis baru dari nol, asalkan dikelola dengan manajemen yang tepat.
"Jadi kalau ngomong Rp10 juta, kecil. Bagi mereka yang pintar usaha, itu bisa berkembang menjadi besar," kata Dedi.
Solusi Jangka Panjang: Penyerapan Tenaga Kerja Kebersihan Jalan
Bukan sekadar menyuntikkan dana segar di awal, otoritas wilayah juga merancang solusi jangka panjang agar warga terdampak memiliki penghasilan tetap. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat tidak kehilangan sumber mata pencaharian utama secara permanen.
Salah satu opsi konkret yang ditawarkan adalah penyerapan tenaga kerja di bidang kebersihan jalan, mengingat kebutuhan sektor ini masih sangat tinggi di berbagai ruas jalan strategis.
"Kita yang jelas, kita memerlukan tenaga kerja kebersihan, jalan. Karena di ruas jalan itu diperlukan dan nanti yang bersedia bisa menjadi tenaga kerja kebersihan jalan," ujarnya.
Guna memastikan efektivitas program, Pemprov Jabar akan melakukan pemetaan berkala terhadap kondisi dan profil para pedagang untuk disesuaikan dengan lowongan kerja yang tersedia.
Jembatan Karir ke Sektor Manufaktur untuk Usia Produktif
Peluang menarik juga terbuka lebar bagi anggota keluarga pedagang yang masih berada di usia muda. Pemerintah daerah mengandalkan program penguatan keahlian khusus agar mereka bisa menembus pasar kerja industri masal.
Baca Juga
Khusus bagi para pedagang atau keluarganya yang berusia produktif di bawah 30 tahun, Dedi menyebut telah menyiapkan jembatan karir ke industri manufaktur melalui program pelatihan intensif. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi tuntas yang memulihkan kesejahteraan keluarga terdampak.
"Nanti kita juga banyak ruang-ruang pekerjaan yang bisa kita latih. Kita arahkan kalau usianya di bawah 30, sektor garmen masih terbuka. Nanti kita bisa latih mereka," tutur Dedi.