Pasar Merespons Positif, Namun Israel Luncurkan Serangan Udara Baru
Meskipun draf kesepakatan damai sudah tersebar luas, situasi keamanan di lapangan masih sangat dinamis. Militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara baru di Lebanon selatan setelah pihak intelijen “mengidentifikasi kendaraan mencurigakan” di dekat tempat tentaranya beroperasi. Pasukan infanteri juga mencegat tembakan roket dan menghancurkan beberapa fasilitas peluncur roket.
Aksi sepihak ini memicu kemarahan. Komando militer pusat Iran langsung memperingatkan Israel untuk “menunggu respons keras” terhadap agresi tersebut. Kantor berita negara Lebanon melaporkan serangan itu menghantam dua kendaraan di kota Mayfadoun dan satu unit mobil di wilayah Shukeen, hingga menewaskan empat orang.
Di jalur diplomatik, kesepakatan awal ini sebenarnya sudah mengantongi persetujuan tingkat tinggi. Seorang pejabat senior AS membisikkan bahwa perjanjian kerangka kerja telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, wakil menteri luar negeri Iran Majid Takht-Ravanchi, dan negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf.
“Kemungkinan pada hari Jumat… putaran negosiasi baru antara Iran dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan akhir akan dimulai,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan konfirmasi. Ia menambahkan bahwa dalam perjanjian akhir nanti, kedua pihak akan membuat keputusan bulat mengenai isu-isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Sentimen perdamaian dan pembukaan kembali jalur perdagangan internasional ini langsung menekan harga minyak mentah Brent Laut Utara menjadi $78,74 per barel pada perdagangan hari Rabu. Sementara itu, kontrak minyak utama AS, West Texas Intermediate (WTI), ikut merosot ke angka $75,85 per barel.