Ekonomi . 10/06/2026, 09:13 WIB
fin.co.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu pagi, 10 Juni 2026.
Mata uang Garuda naik 158 poin atau 0,88 persen menjadi Rp17.900 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.058 per dolar AS.
Penguatan tersebut membuat rupiah kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS setelah sebelumnya sempat tertekan hingga mencetak rekor terlemah terhadap dolar AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, rupiah menjadi sorotan pasar setelah menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Berdasarkan data Reuters, nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh Rp18.190 per dolar AS sebelum akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Tekanan terhadap rupiah sebelumnya dipicu oleh kombinasi faktor global, termasuk meningkatnya gejolak geopolitik di Timur Tengah, tingginya harga energi, serta kuatnya dolar AS di pasar internasional. Kondisi tersebut membuat banyak mata uang negara berkembang mengalami tekanan.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026, mengambil langkah tak terduga dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan itu ditujukan untuk memperkuat rupiah sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Sebelumnya, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan juga menyatakan akan memperkuat daya tarik aset keuangan Indonesia guna mendukung stabilitas rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
Meski menguat pada perdagangan Rabu pagi, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan dampak kebijakan moneter yang ditempuh otoritas Indonesia dalam menjaga pergerakan nilai tukar ke depan. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id