fin.co.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif hasil yang diraih timnas Indonesia dalam dua laga FIFA Match Day bulan ini. Setelah menang 3-0 atas Oman pada Jumat pekan lalu, skuad Garuda kembali meraih kemenangan dengan menundukkan Mozambik 1-0 pada pertandingan yang berlangsung Selasa.
Menurut Erick, pertandingan melawan Mozambik berlangsung ketat dan diwarnai saling serang dari kedua tim. Ia menilai kedua kesebelasan sama-sama memiliki peluang berbahaya sepanjang laga.
"Anak-anak bermain baik. Berapa kali kena tiang tadi? Dua. Tapi Mozambik juga kena tiang juga tadi. Jadi pertandingannya cukup saling serang dan strateginya juga saling berubah-berubah. Saya rasa pertandingan yang cukup keras lah," kata Erick kepada wartawan setelah pertandingan di SUGBK, Selasa 9 Juni 2026.
Sebelum laga berlangsung, Indonesia diperkirakan dapat meraih kemenangan lebih mudah dibanding saat menghadapi Oman empat hari sebelumnya. Namun kenyataannya, Mozambik mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang 90 menit pertandingan meski berada di bawah Oman dalam peringkat FIFA.
Erick menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas sebuah tim tidak bisa hanya diukur dari posisi mereka di ranking FIFA.
"Semua dengan strategi masing-masing pelatih, kebugaran pemain, apapun bisa terjadi. Ya alhamdulillah hari ini kita bisa mengambil poin penuh," kata Erick.
Hasil positif dalam dua pertandingan tersebut membuat Indonesia mengalami kenaikan empat posisi dalam live ranking FIFA. Hingga Rabu pukul 02.00 WIB, Garuda menempati peringkat ke-118 dunia dengan koleksi 1157,14 poin.
Sementara itu, Mozambik harus turun dua tingkat ke posisi 103 dunia dengan 1218,62 poin setelah menelan dua kekalahan bulan ini, yakni saat kalah 1-4 dari Oman dan takluk 0-1 dari Indonesia.
Erick berharap tren positif yang ditunjukkan timnas Indonesia dapat terus berlanjut dan menjadi modal untuk mendekati target masuk 100 besar dunia.
"Ya mudah-mudahan terus sesuai dengan target kita ke depan bisa mendekati angka 100 lah gitu. Mudah-mudahan," ucap pria berusia 56 tahun tersebut. *