fin.co.id - Karawang Theatre Night Mart untuk sementara tidak diperbolehkan beroperasi setelah Satpol PP Kabupaten Karawang melakukan penyegelan terhadap tempat hiburan malam tersebut.
Tindakan itu diambil menyusul munculnya rekaman video pesta gay yang ramai diperbincangkan di media sosial. Selain itu, petugas juga menemukan adanya penjualan minuman beralkohol yang belum mengantongi izin resmi.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Karawang, DA Prasetya, mengatakan pihaknya telah memanggil pengelola untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan yang terjadi pada Sabtu malam lalu.
"Di antara pelanggaran yang dilakukan pengelola tempat hiburan malam tersebut diduga memfasilitasi pesta gay, sehingga dilakukan penyegelan sementara," ujarnya di Karawang, Senin.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Satpol PP juga mendapati adanya aktivitas penjualan minuman beralkohol meski izin yang dibutuhkan belum diterbitkan.
Prasetya menyebut pengelola sebelumnya telah beberapa kali mendapatkan teguran mengenai penjualan minuman beralkohol. Namun, pelanggaran tersebut masih ditemukan.
Karena itu, menurut dia, langkah penutupan sementara dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku sekaligus menindaklanjuti keresahan yang berkembang di masyarakat.
Temuan serupa juga disampaikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang. Perwakilan DPMPTSP Karawang, Sandi Susilo, menyebut aktivitas usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan perizinan yang tercatat dalam sistem OSS.
“Yang beroperasi kemarin itu izin restoran dengan catatan tidak menjual minuman beralkohol. Tapi kenyataannya mereka menjual. Sementara untuk izin minuman alkohol pun belum keluar, akhirnya dilakukan penutupan oleh Satpol PP," katanya.
Saat ini, Karawang Theatre Night Mart berstatus ditutup sementara hingga proses pemeriksaan dan koordinasi antarinstansi selesai dilakukan.
Baca Juga
Di sisi lain, pengelola mengakui bahwa kegiatan yang terekam dalam video dan beredar di media sosial memang berlangsung di lokasi tempat hiburan malam tersebut.
Manajer Operasional Theatre Night Mart, Tommy Wijaya, menyatakan pihaknya selama ini telah menerapkan standar operasional prosedur bagi seluruh pengunjung.
Menurut dia, petugas keamanan sebenarnya telah mengetahui adanya perilaku yang dianggap tidak sesuai dan telah memberikan peringatan secara langsung.
"Namun teguran itu tidak digubris, hingga akhirnya viral di media sosial. Saya mewakili manajemen meminta maaf dan berjanji tidak ada kejadian seperti itu lagi," kata dia. *