Ekonomi . 09/06/2026, 09:34 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.141 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa 9 Juni pagi. Mata uang Indonesia tercatat berada di level Rp18.141 per dolar AS atau naik 46 poin dibandingkan sesi sebelumnya.

Penguatan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 0,26 persen dan terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga menunjukkan tren positif terhadap dolar AS.

Di kawasan Asia, yuan China menguat 0,07 persen, peso Filipina naik 0,07 persen, ringgit Malaysia menguat 0,31 persen, dolar Singapura bertambah 0,10 persen, sementara won Korea Selatan mencatat kenaikan tertinggi dengan apresiasi 0,77 persen. Dolar Hong Kong juga bergerak positif dengan penguatan 0,01 persen.

Berbeda dengan mata uang Asia lainnya, yen Jepang justru melemah tipis 0,02 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Penguatan serupa juga terjadi pada sejumlah mata uang negara maju. Euro menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris naik 0,08 persen, dolar Australia bertambah 0,19 persen, dolar Kanada menguat 0,05 persen, dan franc Swiss naik 0,05 persen terhadap dolar AS.

Meski rupiah bergerak menguat pada perdagangan pagi, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai dinamika pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas setelah serangan Israel ke Iran.

"Suara ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan, mengikis harapan akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Menurut laporan yang beredar, Israel menyatakan telah menyerang fasilitas petrokimia di wilayah barat daya Iran bersamaan dengan operasi terhadap sejumlah sasaran militer lainnya.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari aksi militer lanjutan.

Di sisi lain, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rentetan rudal ke sejumlah target di Israel setelah serangan Israel ke Lebanon. Meski situasi masih memanas, Trump tetap menilai peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik kawasan masih terbuka.

Sebelumnya, kantor perdana menteri Israel menyatakan militer negara itu menyerang wilayah pinggiran selatan Beirut sebagai respons atas penembakan yang dilakukan kelompok Hizbullah.

Media Lebanon melaporkan serangan udara tersebut menghantam dua apartemen di kawasan permukiman. Namun, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden itu.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah terus meningkat setelah serangan yang saling berbalas di kawasan perbatasan. Hizbullah disebut melancarkan operasi militer sebagai respons atas serangan Israel yang terus berlangsung di wilayah Lebanon selatan.

Ibrahim menambahkan, selain faktor geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.

Data non-farm payrolls (NFP) menunjukkan ekonomi AS menambah 172 ribu lapangan kerja pada Mei, jauh melampaui ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan 85 ribu pekerjaan baru.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id