Perang yang lebih luas ini sebenarnya telah mengalami kebuntuan sejak AS dan Israel menghentikan serangan mereka terhadap Iran pada awal April lalu. Sejak saat itu, Teheran memblokir sebagian besar pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur transit utama untuk seperlima pasokan minyak dunia. Sebagai respons, Washington telah memberlakukan blokade sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran.
Meskipun otoritas Washington dan Teheran mengatakan mereka hampir mencapai kesepakatan awal yang akan membuka kembali selat strategis tersebut, kedua belah pihak justru berulang kali saling melancarkan serangan.
Peningkatan konflik dalam beberapa hari terakhir bahkan turut mencakup serangan terhadap negara-negara Arab terdekat yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.