Kondisi ini semakin diperparah oleh data inflasi dalam negeri pada bulan Mei yang tercatat naik menjadi 3,08 persen. Angka kenaikan harga barang dan jasa ini telah melampaui titik tengah dari target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI), yang dipicu oleh tingginya harga barang-barang impor (imported inflation).
Peringkat Moody’s untuk Danantara dan Prospek Negatif Rupiah
Sentimen negatif tambahan bagi pasar keuangan domestik datang dari rilis pemeringkatan terbaru PT Danantara Investment Management oleh lembaga Moody’s Ratings. Lembaga pemeringkat internasional tersebut memberikan peringkat Baa2 untuk program global medium-term note yang akan diterbitkan oleh perusahaan investasi tersebut.
Namun, yang menjadi perhatian serius pelaku pasar adalah keputusan Moody’s yang menetapkan prospek atau outlook negatif terhadap peringkat Danantara Investment Management tersebut. Menurut penilaian Moody’s, rapor merah ini mencerminkan tingginya keterkaitan ekonomi yang sangat kuat antara Danantara Investment Management, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dan Pemerintah Indonesia sebagai pemilik sekaligus pemegang saham penuh.
Terkait outlook negatif tersebut, Moody’s menilai penilaian ini berdasarkan kaitan kuat antara Danantara Investment Management, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dan Pemerintah Indonesia sebagai pemilik penuh Danantara. Jika kondisi ekonomi makro negara mengalami penurunan, maka entitas ini akan terkena dampak langsung.
"Dalam jangka panjang, peringkat tersebut kemungkinan akan bergerak sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Peringkat Danantara Investment Management bisa turun, jika peringkat soveregin Indonesia melemah," ujar Ibrahim menjabarkan implikasi hukumnya.
Melihat banyaknya sentimen negatif yang mengepung pasar keuangan saat ini, Ibrahim memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan berikutnya masih akan berjalan sangat fluktuatif. Berdasarkan kalkulasi pasar terkini, mata uang rupiah berpotensi besar untuk kembali ditutup melemah pada kisaran harga Rp18.050 hingga Rp18.120 per dolar AS.