Ekonomi . 04/06/2026, 17:28 WIB
fin.co.id - Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis sore berakhir di zona merah. Mata uang Garuda mencatatkan penurunan performa di hadapan mata uang global seiring kuatnya tekanan pasar.
Berdasarkan data pasar, nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis sore ditutup melemah 0,46 persen menjadi Rp18.049 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.966 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa pelemahan rupiah kali ini bersumber dari kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membebani pergerakan rupiah di pasar uang. Dinamika politik global serta indikator makroekonomi dalam negeri memaksa investor untuk mengambil sikap yang lebih berhati-hati.
Dari sektor eksternal, para pelaku pasar modal cenderung bersikap defensif dan sangat berhati-hati. Langkah ini merupakan respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik yang kembali membara di kawasan Timur Tengah. Sentimen perdamaian yang sempat berembus ternyata belum cukup kuat untuk menenangkan kekhawatiran para investor global.
”Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam, meskipun kesepakatan tersebut bergantung pada penghentian permusuhan oleh Hizbullah,” ujar Ibrahim di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Ketegangan di wilayah penghasil minyak tersebut semakin dipicu oleh rentetan data konflik bersenjata berikut:
Sementara itu dari dalam negeri Amerika Serikat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dikuasai oleh Partai Republik menyetujui sebuah resolusi politik. Aturan ini bertujuan untuk membatasi ruang gerak Presiden Donald Trump dalam melanjutkan konflik militer dengan Iran.
Namun, agar resolusi ini dapat berlaku secara sah, draf tersebut masih memerlukan persetujuan dari tingkat Senat serta dukungan mayoritas dua pertiga suara di kedua kamar parlemen untuk mengesampingkan potensi veto dari presiden.
Di luar isu geopolitik, para pelaku pasar internasional juga tengah fokus menantikan rilis data ketenagakerjaan kuartal terbaru dari Amerika Serikat. Investor menyoroti laporan non-farm payrolls yang akan resmi diumumkan pada hari Jumat besok.
Tidak hanya faktor luar negeri, sentimen dari dalam negeri juga ikut memberikan tekanan yang cukup berat bagi ketahanan mata uang rupiah. Ibrahim Assuaibi menyoroti meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak buruk dari lonjakan harga minyak mentah dunia terhadap ketahanan fiskal serta sektor eksternal Indonesia.
Menurut analisisnya, harga komoditas minyak yang tinggi berpotensi mendorong defisit fiskal Indonesia membengkak hingga mendekati batas aman undang-undang, yaitu sebesar 3 persen. Kondisi ini otomatis akan memberikan tekanan yang signifikan pada neraca eksternal negara. Selain itu, para pelaku pasar juga mencermati tiga isu ekonomi domestik yang krusial, meliputi data sebagai berikut:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id