Menurut versi Garda Revolusi, peristiwa itu merupakan akibat dari kesalahan dalam sistem Patriot Amerika, yang mendarat di terminal penumpang setelah sistem tersebut gagal mencegat rudal milik Iran.
- Lokasi serangan: Terminal penumpang di Bandara Internasional Kuwait.
- Jumlah korban: 1 orang tewas (warga negara India) dan 63 orang mengalami luka-luka.
- Dampak operasional: Otoritas sempat menangguhkan lalu lintas udara dan mengalihkan rute penerbangan, sebelum akhirnya maskapai Kuwait Airways memulai kembali aktivitas penerbangan.
Tidak hanya membela diri, Garda Revolusi Iran balik menuduh pasukan militer AS sengaja memprovokasi respons bersenjata. Amerika dianggap memicu ketegangan karena menargetkan sebuah kapal tanker serta menghancurkan menara komunikasi di Pulau Qeshm milik Iran.
Rangkaian serangan terbaru ini kini menjadi salah satu ujian paling berat bagi kesepakatan gencatan senjata tanggal 8 April. Perjanjian 8 April tersebut sebelumnya sempat menghentikan perang selama lebih dari sebulan, setelah pemboman besar-besaran terhadap Iran oleh kubu AS-Israel memicu konflik ini. Sejauh ini, kesepakatan damai tersebut sejatinya sebagian besar bertahan, meskipun kerap diwarnai aksi baku tembak sporadis.
Menanggapi situasi yang kembali memanas, Trump justru meremehkan eskalasi tersebut dengan gaya bicaranya yang khas. Menurut Trump, situasi tersebut adalah hal yang biasa di kawasan konflik.
"Di bagian dunia itu, gencatan senjata adalah ketika Anda menembak dengan cara yang lebih moderat," ujar Trump santai.
Pernyataan santai Trump ini sangat berbanding terbalik dengan reaksi keras dari sekutu utamanya. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, justru menuduh Iran tengah "bermain api" dan menantang balik kekuatan militer Teheran.
"Iran pasti tahu apa yang dikatakan presiden (AS), bahwa jika perlu, akan ada kembalinya aksi militer skala penuh," tegas Netanyahu dalam sebuah sesi wawancara khusus bersama saluran berita AS, CNBC.
Akibat serangan drone di terminal penumpang tersebut, otoritas Kuwait sempat mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan seluruh aktivitas lalu lintas udara. Mereka juga mengalihkan rute penerbangan pesawat yang akan tiba menuju ke destinasi lain.