Kelompok tersebut sebelumnya terus melepaskan tembakan melintasi perbatasan negara demi menunjukkan bentuk dukungan nyata mereka terhadap Teheran, Iran.
Dari sudut pandang diplomasi regional, posisi Iran juga memengaruhi jalannya perundingan ini. Pihak Iran sebelumnya menyatakan secara tegas bahwa mereka tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun untuk mengakhiri konflik yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Iran baru akan melunakkan sikap asalkan implementasi gencatan senjata tersebut juga diperluas hingga mencakup wilayah kedaulatan Lebanon.
Agenda Negosiasi Langsung dan Pembicaraan Politik pada Akhir Juni
Meskipun situasi di lapangan masih tergolong rawan, kesepakatan pada hari Rabu ini membuka babak baru yang lebih positif bagi hubungan kedua negara tetangga tersebut.
Lebanon dan Israel kini telah sepakat untuk menggelar proses negosiasi langsung secara lebih lanjut. Pertemuan lanjutan ini bertujuan untuk membangun kembali rasa saling percaya (trust-building) serta menyelesaikan berbagai macam masalah krusial lain yang hingga kini belum terselesaikan.
Kedua belah pihak telah menyusun jadwal resmi untuk duduk bersama kembali di meja perundingan. Mereka akan bertemu untuk mengadakan rangkaian pembicaraan politik tingkat tinggi serta membahas isu-isu terkait keamanan strategis yang dijadwalkan berlangsung selama pekan 22 Juni mendatang.
Melalui pertemuan intensif tersebut, kedua negara menaruh harapan besar untuk bisa mencapai sebuah kesepakatan perdamaian yang komprehensif dan permanen.