"Mereka masih tetap ikut sebagai pemegang saham. Mereka juga tetap memimpin perusahaan," jawab Bambang saat makan malam bersama saya di Jakarta pekan lalu.
Bambang kini berusia 67 tahun. Tiga anaknya, laki-laki semua, sudah punya tugas berat masing-masing. Satu memimpin Cimory. Satunya memimpin Chicken Nugget dan Liquid Egg. Dan satu lagi memimpin Cimory Dairyland.
Tidak hanya Jaya yang didatangi Bambang. Ia juga datang ke Irwan Hidayat, pemilik Sido Muncul. Irwan, kata Bambang, sudah mengingatkannya bahwa bisnis jamu itu sulit.
Irwan pekan lalu jadi berita: Sido Muncul mendapat penghargaan sebagai salah satu perusahaan yang paling taat hukum. Penghargaan diberikan oleh Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) di bawah media Hukumonline.
Setelah bertemu Irwan itu Bambang lebih hati-hati. Rencana peluncuran produk baru Jago belum akan dilakukan satu-dua minggu. Riset masih terus dilakukan: riset produk maupun pasar. Hasil sementara risetnya: masyarakat masih percaya jamu bisa meningkatkan kesehatan. "Masih 80 persen yang percaya. Masih besar sekali," ujar Bambang.
Tinggal masalah rasa terutama rasa di tenggorokan. Jamu model lama menyisakan ''rasa ampas'' di tenggorokan. "Dulu jamu dicampur telur dan madu ternyata agar punya kelebihan mudah melewati tenggorokan," ujar Bambang.
Jago terselamatkan. Bambang sudah dikenal jago dalam mengembangkan bisnis makanan. Kini Jago menantangnya untuk adu-jago di bisnis jamu.(Dahlan Iskan)