Selain itu, program tanggung jawab sosial dan lingkungan _(Corporate Social Responsibility/CSR)_ terus digalakkan. Melalui program HK Peduli Pendidikan, HK Peduli Lingkungan, HK Peduli Kreatif, serta Infrastruktur Masuk Desa, Hutama Karya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, penguatan ekonomi lokal, dan pengembangan lingkungan sosial yang inklusif serta berkelanjutan.
Tata Kelola Modern: Risiko Terkelola, Korupsi Diberantas
Dalam ranah tata kelola perusahaan, Hutama Karya menunjukkan komitmennya pada prinsip _governance_ melalui penguatan manajemen risiko. Perusahaan ini tidak main-main dalam menerapkan kebijakan anti korupsi dan meningkatkan pengawasan keberlanjutan di level manajemen.
Penguatan _sustainability governance_ dilakukan dengan mengadopsi berbagai standar manajemen berbasis ISO yang diakui secara global. Ini mencakup ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan, ISO 45001:2018 terkait keselamatan dan kesehatan kerja, serta ISO 37001:2025 untuk sistem manajemen anti penyuapan.
Adopsi standar-standar ini sangat krusial untuk mendukung pengelolaan risiko ESG yang lebih adaptif, terukur, dan akuntabel. Hal ini penting di tengah dinamika industri konstruksi nasional yang terus berkembang dan menghadapi tantangan baru.
Menurut Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, implementasi ESG kini menjadi bagian fundamental dalam transformasi perusahaan sebagai BUMN infrastruktur yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Penerapan ESG di Hutama Karya tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi landasan dalam menjalankan bisnis yang lebih adaptif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” ujar Hamdani.
Ia menambahkan, “Perusahaan terus mendorong keseimbangan antara percepatan pembangunan infrastruktur dengan perlindungan lingkungan, peningkatan kualitas sosial masyarakat, serta penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.”
Ke depan, Hutama Karya bertekad terus memperkuat transformasi ESG. Fokusnya meliputi pengembangan konstruksi rendah emisi, peningkatan efisiensi energi, optimalisasi teknologi digital konstruksi, serta penguatan pengelolaan risiko keberlanjutan yang lebih terukur. Langkah-langkah ini adalah jawaban strategis untuk pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim dan mendukung kebutuhan pembangunan nasional yang berkelanjutan.