Internasional . 02/06/2026, 21:27 WIB
fin.co.id – Inggris akan mengirim pesawat nirawak bawah laut baru ke kawasan Selat Hormuz untuk mendeteksi dan menghancurkan ranjau laut, demikian dilaporkan surat kabar Express pada Senin, 1 Juni 2026 di tengah upaya memperkuat keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut. Langkah taktis ini menjadi bagian dari komitmen global dalam menjaga kelancaran jalur logistik laut internasional.
Sebelumnya, pengumuman mengenai rencana pengerahan militer skala besar ini sudah mencuat ke publik sejak pertengahan bulan lalu. Pada 12 Mei, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan kesiapan mengerahkan kapal perang, kapal penyapu ranjau tak berawak, dan jet tempur dalam misi mendatang guna menjaga keamanan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia.
Untuk memastikan misi ini berjalan sukses, militer Inggris menyiapkan armada pendukung yang mumpuni. Menurut laporan tersebut, sistem bawah laut kendali jarak jauh Defender-Viper yang ditempatkan di atas kapal RFA Lyme Bay akan memperkuat kemampuan Angkatan Laut Inggris dalam operasi penanggulangan ranjau di kawasan itu.
Kapal pembawa wahana laut ini juga sudah mulai bergerak mendekati zona operasi guna mempercepat proses penempatan. RFA Lyme Bay sebelumnya berlayar dari Gibraltar sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan pelaksanaan operasi keamanan maritim internasional di wilayah yang kerap menjadi pusat ketegangan geopolitik tersebut.
Teknologi robotik bawah air ini memiliki spesifikasi khusus yang sangat mematikan bagi objek berbahaya di dalam laut. Sistem Defender-Viper dirancang untuk mendeteksi serta menghancurkan ranjau bawah laut yang dapat meledak ketika bersentuhan dengan kapal. Drone itu dapat dioperasikan secara manual maupun secara otonom berdasarkan koordinat yang telah diprogram sebelumnya.
Demi kelancaran operasional teknologi mutakhir ini, para prajurit matra laut pun telah membekali diri dengan keahlian yang relevan. Personel khusus dari unit angkatan laut terkait telah menjalani pelatihan untuk mengoperasikan sistem tersebut. Setelah dikerahkan, mereka akan bertugas mengidentifikasi dan menetralisir ranjau yang terdeteksi melalui sistem sonar bawah laut.
Inggris tidak hanya mengandalkan wahana tanpa awak bawah air untuk menjaga stabilitas di koridor laut strategis ini. Pemerintah setempat juga tengah menyiapkan opsi pengerahan alutsista pelindung lainnya guna mengantisipasi berbagai jenis ancaman kontemporer.
Selain itu, Inggris juga mempertimbangkan pengiriman aset antidrone, jet tempur Typhoon untuk patroli udara, serta kapal perusak HMS Dragon guna memperkuat kehadiran militer dan menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut. Kombinasi armada ini diharapkan mampu meminimalisir risiko gangguan keamanan maritim yang dapat mengancam stabilitas ekonomi global.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id