CENTCOM memastikan bahwa kedua rudal berbahaya tersebut "segera dikalahkan" di udara, sehingga tidak ada satu pun personel militer Amerika yang mengalami luka-luka atau menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.
Merespons serangan udara di Kuwait ini, pihak komando menegaskan komitmennya untuk tetap bersiaga penuh di garis depan. Sembari mendukung proses kesepakatan damai yang diupayakan di tingkat atas, militer Amerika berkomitmen menjaga keselamatan pasukannya di Timur Tengah.
"tetap waspada dan akan terus melindungi pasukan AS dari agresi Iran sambil mendukung gencatan senjata yang sedang berlangsung," tulis pernyataan resmi CENTCOM.