“Jadi jangan langsung mengecap Sumbar itu intoleran, begitu juga dengan sejumlah daerah lain yang dia sebutkan, saya rasa itu tidak elok dan tak arif untuk disampaikan, di samping juga bisa menimbulkan perpecahan antar umat beragama,” tegasnya.
Kontroversi ini bermula dari video Abu Janda saat menghadiri sebuah acara umat Kristiani di Amerika Serikat. Dalam rekaman yang viral tersebut, ia menyinggung masyarakat muslim di Jawa Barat dan Sumatera Barat sebagai kelompok yang dianggap keras.
“Islam di provinsi-provinsi ini mungkin lebih keras, yang satu di Jabar, yang satu lagi di Sumbar. Saya juga aneh, yang ada bar-barnya kok banyak barbar,” ujar Abu Janda dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian menuai reaksi luas dari masyarakat dan warganet. Salah satu yang turut menanggapi adalah Ustaz Helmi Firdaus yang menilai ucapan tersebut berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Ini Abu Janda sudah luar biasa jahat fitnahnya. Muslim di wilayah barat, khususnya Jabar & Sumbar dibilang barbar, intoleran dll,” tulis Helmi Firdaus melalui unggahan di media sosial.
Nama Abu Janda sendiri sebelumnya beberapa kali menjadi sorotan karena pernyataannya di media sosial. Pada 2021 lalu, ia sempat dilaporkan ke polisi terkait dugaan ujaran yang dianggap menyinggung umat Islam. Selain itu, beberapa bulan terakhir ia juga ramai diperbincangkan setelah terlibat perdebatan terkait isu Israel dalam sebuah acara televisi. *