Sport . 21/05/2026, 08:44 WIB
fin.co.id - Badai kritik tajam kini tengah menerpa Rafael Leao menjelang bergulirnya putaran final Piala Dunia 2026. Performa penyerang sayap andalan AC Milan tersebut dinilai merosot tajam dan jauh dari ekspektasi sepanjang musim ini.
Kendati demikian, namanya tetap tercantum dalam daftar skuad final pilihan pelatih Roberto Martinez untuk memperkuat Timnas Portugal di turnamen akbar yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Kritikan yang sangat pedas salah satunya datang dari pelatih kawakan asal Portugal, Alvaro Magalhaes. Mantan asisten pelatih Giovanni Trapattoni saat menukangi Benfica itu secara blak-blakan menilai bahwa Rafael Leao sebenarnya sudah tidak pantas lagi mendapatkan tempat di skuad Selecao das Quinas akibat performa buruknya yang konsisten sepanjang musim.
Fakta di lapangan memang menunjukkan adanya penurunan performa yang sangat signifikan dari Rafael Leao bersama AC Milan pada musim ini.
Pemain lincah tersebut tercatat hanya mampu mengemas 10 gol dan menyumbangkan tiga assist dari total 30 pertandingan yang dilakoninya di semua kompetisi. Bahkan, grafik penampilannya kian mengkhawatirkan lantaran ia tercatat gagal mencetak satu gol pun di pentas Serie A sejak tanggal 1 Maret lalu.
Kondisi ini membuat Alvaro Magalhaes mengaku sangat heran dan mempertanyakan keputusan mutlak Roberto Martinez yang tetap bersikeras mempertahankan posisi Rafael Leao di barisan juru gedor Portugal.
Ia berpendapat bahwa dalam ajang sebesar Piala Dunia, prioritas utama memanggil pemain seharusnya didasarkan pada performa terbaik dan konsistensi di level klub menjelang akhir kompetisi.
“Rafael Leao menjalani musim yang buruk dan sedang tidak dalam performa bagus, tetapi pelatih selalu mempertahankan pemain menyerang yang sama. Saya pikir pemain yang menutup musim dengan performa terbaik harus menjadi pilihan,” ujar Magalhaes dikutip dari O Jogo.
Sorotan tajam ini menjadi bukti sahih betapa besarnya tekanan mental yang kini harus dipikul oleh Rafael Leao. Sebelum dikritik di negaranya sendiri, penampilan tidak konsisten sang winger bersama Rossoneri sepanjang musim ini memang sudah lebih dulu menjadi sasaran empuk kritik dari berbagai media olahraga di Italia serta memicu kekecewaan mendalam dari para pendukung setia AC Milan.
Bahkan, data statistik terbaru menyajikan fakta yang cukup ironis bagi sang pemain. Berdasarkan kalkulasi performa tim, AC Milan justru tercatat berhasil mendulang poin yang jauh lebih banyak ketika bertanding tanpa kehadiran Rafael Leao di dalam lapangan.
Statistik mencolok tersebut kian memperkuat opini publik bahwa kontribusi nyata sang pemain memang belum maksimal sepanjang musim 2025/2026 ini.
Dampak dari penurunan performa ini pun membuat masa depan Rafael Leao di San Siro mulai memasuki fase yang abu-abu alias tidak menentu.
Sejumlah laporan media terkemuka di Italia mengabarkan bahwa manajemen AC Milan kini sudah mulai melunak dan siap membuka pintu negosiasi bagi klub mana pun yang berminat memboyongnya, asalkan ada tawaran resmi yang masuk minimal sebesar 50 juta euro atau berkisar Rp1,02 triliun pada bursa transfer musim panas mendatang.
Angka tersebut jelas merosot drastis dan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan valuasi pasar atau nilai jual Rafael Leao pada musim-musim sebelumnya saat ia berada di puncak performa. Faktor kemerosotan performa di atas lapangan serta masalah inkonsistensi yang akut menjadi alasan utama yang merusak posisi tawar sang pemain di lantai bursa transfer internasional.
Walaupun gelombang eksternal terus mempertanyakan kapasitasnya, Roberto Martinez bergeming dan tetap menyertakan Rafael Leao ke dalam skuad resmi Portugal untuk mengarungi Piala Dunia 2026.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id