fin.co.id - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) merombak total jajaran kepelatihan demi membangkitkan kejayaan tim nasional mereka. Presiden FIGC, Giovanni Malagò, mengonfirmasi bahwa Roberto Mancini telah setuju untuk menjadi pelatih kepala Italia untuk kedua kalinya pada Selasa. Selain itu, pihak federasi juga menunjuk sosok gaek Claudio Ranieri untuk mengisi posisi direktur teknik.
Langkah ini menyusul pengunduran diri Gennaro Gattuso yang meninggalkan jabatannya pada bulan April lalu, setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia ketiga secara berturut-turut. Keputusan ini membawa Mancini kembali ke kursi pelatih yang pernah ia tempati antara tahun 2018 dan 2023.
"Mancini adalah pelatihnya," kata Malago pada Selasa, 28 Juli 2026. "Saya percaya bahwa orang terbaik untuk menjadi pelatih kepala adalah Roberto Mancini," lanjutnya.
Rekam Jejak Roberto Mancini bersama Gli Azzurri
Roberto Mancini bukan sosok asing di Timnas Italia karena mantan pelatih Manchester City tersebut pernah menangani Gli Azzurri sejak 1 Juli 2018 hingga 13 Agustus 2023. Ketika menjadi juru taktik Timnas Italia, Mancini mampu mempersembahkan gelar Euro 2020 dengan mengalahkan Timnas Inggris di final lewat tendangan adu penalti di Stadion Wembley.
Namun, perjalanan karirnya pada periode pertama diwarnai dinamika pasang surut. Meskipun membawa tim nasional meraih kejayaan di Kejuaraan Eropa pada tahun 2021, ia kemudian gagal membawa Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2022 setelah dikalahkan Makedonia Utara dengan skor 0-1 pada semifinal play-off. Selain itu, skuad asuhannya juga memulai kualifikasi Euro 2024 dengan lambat.
Secara total, Mancini melatih Italia dalam 58 pertandingan selama periode pertamanya di berbagai ajang, dengan mengemas rata-rata 2,17 poin per pertandingan. Di level klub, sosok juru taktik berpengalaman ini pernah melatih Inter, Fiorentina, dan Manchester City—klub tempat ia menghabiskan tiga tahun dan membimbing mereka meraih gelar Liga Primer pertama mereka pada musim 2011-12.
Drama Internal FIGC dan Pembatalan Andrea Pirlo
Penunjukan jajaran baru ini terjadi setelah dinamika internal yang cukup sengit di tubuh federasi. Sebelumnya Andrea Pirlo menjadi nama terdepan untuk menjadi pelatih anyar Timnas Italia. Namun, Presiden FIGC Giovanni Malago menentang hal tersebut karena hubungan mantan gelandang tersebut dengan sebuah perusahaan taruhan Rusia. Keputusan tersebut membuat mantan direktur teknik FIGC, Paolo Maldini, dan penasihatnya, Leonardo, mengundurkan diri dari peran mereka pada hari Senin setelah baru 10 hari menjabat.
Sebelum mengarah ke nama Mancini, Pep Guardiola sebenarnya menjadi pilihan pertama asosiasi tersebut, namun ia menolak pekerjaan itu bulan lalu.
Claudio Ranieri Mengisi Posisi Direktur Teknik
Untuk mengisi kekosongan struktur yang ditinggalkan Paolo Maldini, FIGC mengumumkan posisi Direktur Teknik kini dijabat pelatih gaek Claudio Ranieri. Pria berusia 74 tahun itu, yang sukses memimpin Leicester City meraih gelar Liga Primer pada tahun 2016, akan mengawasi operasi teknis dan pengembangan sepak bola elit di seluruh struktur tim nasional Italia.
Presiden FIGC menilai kehadiran Ranieri sangat krusial dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis organisasi.
Baca Juga
“Saya membutuhkan seseorang yang dapat saya ajak berbagi keputusan mengenai pelatih, karena tanpa pandangan bersama tersebut, alasan saya tidak akan memiliki bobot yang berarti,” kata Malago. “Oleh karena itu, kami memiliki pelatih baru dan direktur teknik baru untuk Italia.”