Internasional . 19/05/2026, 11:39 WIB
fin.co.id - Pakistan dilaporkan mengirim ribuan personel militer beserta jet tempur dan sistem pertahanan udara ke Arab Saudi dalam kerja sama pertahanan kedua negara.
Berdasarkan laporan eksklusif Reuters yang mengutip tiga pejabat keamanan dan dua sumber pemerintah, Pakistan disebut telah mengerahkan sekitar 8.000 tentara ke Arab Saudi. Selain itu, Islamabad juga mengirim satu skuadron jet tempur JF-17 yang terdiri dari sekitar 16 pesawat tempur buatan bersama Pakistan dan China.
Tak hanya itu, Pakistan juga mengirim dua skuadron drone serta sistem pertahanan udara HQ-9 buatan China. Seluruh peralatan tersebut dilaporkan dioperasikan langsung oleh personel militer Pakistan.
Menurut sumber yang dikutip Reuters, pengerahan tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani kedua negara pada tahun lalu. Isi lengkap perjanjian itu disebut masih dirahasiakan.
Salah satu sumber pemerintah yang mengaku telah melihat dokumen perjanjian tersebut menyebut kerja sama itu memungkinkan hingga 80.000 tentara Pakistan ditempatkan untuk membantu menjaga keamanan perbatasan Arab Saudi.
Kedua negara disebut sepakat untuk saling membantu jika salah satu pihak mendapat serangan. Bahkan, dalam wawancara dengan GeoTV tahun lalu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Mohammad Asif mengatakan kemampuan senjata nuklir Pakistan “akan tersedia” bagi Arab Saudi berdasarkan kesepakatan tersebut.
Meski demikian, dua pejabat keamanan yang berbicara kepada Reuters mengatakan pengerahan terbaru ini lebih difokuskan pada peran pelatihan dan penasihat militer.
Sebelumnya, Reuters juga pernah melaporkan bahwa Pakistan mengirim jet tempur ke Arab Saudi setelah serangan Iran menghantam fasilitas energi penting milik kerajaan Saudi dan menewaskan seorang warga negara Saudi.
Pengerahan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya peran Pakistan dalam upaya diplomasi kawasan. Islamabad disebut menjadi salah satu mediator penting dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, termasuk membantu tercapainya gencatan senjata selama enam minggu.
Pakistan juga diketahui menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan damai antara AS dan Iran sejauh ini.
Hubungan militer Pakistan dan Arab Saudi sendiri telah terjalin cukup lama. Pakistan selama bertahun-tahun memberikan bantuan pelatihan militer dan penasihat keamanan kepada Riyadh. Sebaliknya, Arab Saudi beberapa kali memberikan dukungan finansial kepada Pakistan saat negara tersebut menghadapi tekanan ekonomi.
Hingga kini, pihak militer dan kantor luar negeri Pakistan maupun pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id