Berbeda dengan olahraga konvensional yang biasanya membutuhkan waktu khusus, exercise snacking dapat dilakukan di sela aktivitas harian.
Contohnya seperti:
-
Squat selama satu menit saat menunggu makanan matang
-
Jalan kaki lima menit setelah makan
-
Push-up singkat saat istirahat kerja
-
Naik tangga lebih cepat dari biasanya
-
Menari mengikuti satu lagu favorit
Penelitian menunjukkan metode ini membantu meningkatkan kesehatan jantung, metabolisme tubuh, hingga daya tahan otot, terutama pada orang lanjut usia.
Profesor olahraga dan kesehatan dari Ulster University, Marie Murphy, menjelaskan bahwa tubuh tetap membakar energi lebih cepat bahkan setelah aktivitas selesai dilakukan.
Ia mengatakan metabolisme tubuh akan tetap aktif selama masa pemulihan setelah bergerak.
Baca Juga
Mengurangi Duduk Terlalu Lama Juga Penting
Selain meningkatkan aktivitas fisik, penelitian tersebut juga menemukan bahwa mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari dapat membantu menurunkan risiko kematian dini hingga sekitar tujuh persen.
Gaya hidup modern membuat banyak orang menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar komputer, televisi, atau telepon genggam. Kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.
Karena itu, para ahli menyarankan agar masyarakat mulai membangun kebiasaan kecil seperti:
-
Berdiri setiap satu jam sekali
-
Berjalan singkat saat menelepon
-
Memilih tangga dibanding lift
-
Memarkir kendaraan sedikit lebih jauh
-
Melakukan peregangan ringan saat bekerja
Kebiasaan sederhana tersebut dinilai lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dibanding memaksakan olahraga berat yang sulit dipertahankan.
Kekuatan Kebiasaan Kecil
Para peneliti menilai perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif dibanding target besar yang sulit dijalankan.
Amanda Daley, profesor behavioral medicine dari Loughborough University, menjelaskan bahwa kebiasaan bergerak dapat terbentuk secara perlahan melalui rutinitas harian sederhana.