Menurutnya, kolaborasi IRRI dengan Indonesia selama lebih dari 20 tahun telah memberi kontribusi besar terhadap pengembangan varietas padi nasional. Bahkan areal tanam padi saat ini disebut masih banyak menggunakan material genetik hasil kolaborasi IRRI dan lembaga riset nasional.
Karena itu, ia berharap Indonesia ke depan tidak hanya menjadi penerima manfaat inovasi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan teknologi pertanian dunia dengan melibatkan generasi muda.
“Harapan kami Indonesia bukan hanya penerima manfaat inovasi, tetapi menjadi pengembang inovasi dengan anak-anak muda. Aspek AI, genomik, breeding, dan teknologi digital akan menjadi masa depan pertanian,” tutupnya.