fin.co.id - Mimpi Como 1907 untuk tampil di kompetisi elite Eropa musim depan masih terus menyala. Tim racikan Cesc Fabregas sukses membawa pulang kemenangan penting usai mengalahkan Hellas Verona dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-36 Serie A Liga Italia 2025/2026 di Stadion Marcantonio Bentegodi, Ahad (10/5/2026).
Gol tunggal striker asal Yunani, Anastasios Douvikas, pada babak kedua menjadi pembeda dalam duel ketat yang berlangsung penuh tekanan tersebut.
Tambahan tiga poin membuat Como semakin dekat dengan zona Liga Champions dan menjaga harapan mereka untuk mencetak sejarah besar di musim debut setelah promosi.
Como Tempel Ketat Zona Liga Champions
Kemenangan atas Verona menjadi hasil yang sangat penting bagi Como dalam persaingan papan atas Serie A musim ini.
Klub asal Lombardia itu kini menempati posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 65 poin, hanya terpaut dua angka dari AC Milan yang berada di batas akhir zona Liga Champions.
Situasi ini membuat persaingan menuju empat besar Serie A semakin panas menjelang akhir musim. Dengan dua laga tersisa, peluang Como untuk finis di zona Liga Champions masih sangat terbuka.
Pencapaian ini tentu menjadi kejutan besar mengingat Como datang ke Serie A dengan status klub promosi. Namun di bawah tangan dingin Fabregas, mereka mampu tampil konsisten dan menjadi salah satu tim paling mengejutkan di Italia musim ini.
Pertandingan kontra Verona juga memiliki makna spesial bagi Como. Duel di Stadion Marcantonio Bentegodi tersebut menjadi laga ke-500 mereka di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Meski berstatus tim yang sudah dipastikan terdegradasi, Verona tetap memberikan perlawanan sengit di hadapan pendukung sendiri. Tim tuan rumah bahkan tampil agresif sejak menit awal dan beberapa kali membuat lini belakang Como kesulitan.
Baca Juga
Pada babak pertama, Verona hampir saja membuka keunggulan lewat tembakan keras Pavel Suslov. Namun kiper Como, Jean Butez, tampil gemilang untuk mengamankan gawangnya.
Tak lama berselang, Como kembali beruntung setelah sundulan bek Verona, Nicolas Valentini, hanya membentur mistar gawang.
Secara statistik, Como sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola. Mereka mencoba membangun serangan lewat kreativitas Nico Paz serta pergerakan lincah Jesus Rodriguez di lini depan.
Namun rapatnya pertahanan Verona membuat Como kesulitan menciptakan peluang bersih. Beberapa serangan yang dibangun dari sisi sayap maupun tengah masih mampu dipatahkan lini belakang tuan rumah.