Di sisi lain, dukungan yang terus berdatangan membuat Ratnasari merasa keluarganya tidak sendirian menghadapi cobaan berat ini. Ia mengaku perhatian dari masyarakat menjadi suntikan semangat besar bagi dirinya dan anak-anak.
Selain membantu kebutuhan sekolah, dukungan tersebut juga memberikan kekuatan emosional di tengah duka yang belum sepenuhnya hilang.
“Saya bersyukur masih banyak orang yang peduli sama keluarga kami,” tutup Ratnasari.
Kisah Mandala kini bukan hanya menjadi cerita duka, tetapi juga pengingat bahwa perlengkapan sekolah yang layak masih menjadi kebutuhan penting bagi banyak pelajar Indonesia. Publik pun terus menyoroti bagaimana perhatian kecil seperti bantuan sepatu dan tas ternyata bisa membawa dampak besar bagi keluarga yang membutuhkan.