Internasional . 09/05/2026, 08:35 WIB
fin.co.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Jumat merilis kumpulan awal dokumen rahasia yang selama puluhan tahun disimpan terkait laporan penampakan objek terbang tak dikenal atau UFO, yang kini juga disebut sebagai UAP (Unidentified Anomalous Phenomena).
Langkah ini menjadi salah satu kebijakan keterbukaan terbesar dalam beberapa dekade terakhir terkait fenomena yang selama ini memicu spekulasi luas di publik.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan dokumen tersebut selama ini berada di balik klasifikasi rahasia dan kini saatnya dibuka untuk publik.
“These files, hidden behind classifications, have long fueled justified speculation – and it’s time the American people see it for themselves,” kata Pete Hegseth dalam pernyataannya di platform X.
Laporan Astronaut Apollo hingga Rekaman Militer
Dalam dokumen yang dirilis, salah satu temuan yang paling menarik perhatian adalah laporan dari astronaut Apollo 11, Buzz Aldrin, yang menyebut pernah melihat objek besar di dekat permukaan bulan pada tahun 1969.
Dalam laporan debriefing saat itu, Aldrin menggambarkan adanya “cahaya terang” yang diduga berasal dari sumber tidak biasa, bahkan disebut mirip laser.
Selain dokumen sejarah, Pentagon juga merilis sejumlah video rekaman militer dari berbagai wilayah dunia yang menampilkan objek tak dikenal dengan gerakan tidak wajar.
Di antaranya adalah objek berbentuk seperti bola sepak yang terlihat di atas Laut Cina Timur pada 2022, serta rekaman di Irak, Suriah, dan Uni Emirat Arab yang memperlihatkan titik cahaya bergerak dengan kecepatan dan arah yang tidak konsisten.
Dorongan Transparansi dari Pemerintah AS
Rilis dokumen ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden AS Donald Trump pada Februari lalu, yang meminta seluruh lembaga federal membuka dan mendeklasifikasi dokumen terkait UFO dan kemungkinan kehidupan di luar bumi.
Pemerintah AS menyebut langkah tersebut dipicu oleh tingginya minat publik terhadap isu kehidupan luar angkasa dan dugaan adanya program rahasia pemerintah terkait fenomena tersebut.
Sementara itu, Kepala NASA Jared Isaacman sebelumnya juga menilai bahwa kemungkinan adanya kehidupan di luar bumi masih terbuka.
“The odds that we will find something at some point to suggest that we are not alone are pretty high,” ujarnya dalam wawancara dengan NBC Meet the Press.
Temuan Masih Belum Final
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id