Internasional . 08/05/2026, 22:23 WIB
fin.co.id - Konflik di wilayah perairan strategis kembali pecah. Seorang pejabat Iran melaporkan bahwa serangan militer Amerika Serikat pada Jumat, 8 Mei 2026, menghantam sebuah kapal kargo di dekat Selat Hormuz.
Dampaknya cukup fatal, sebanyak 10 kru kapal mengalami luka-luka dan lima pelaut lainnya hingga kini belum ditemukan.
Aksi saling tembak antara Teheran dan Washington ini terjadi meski kedua belah pihak sebenarnya sedang berada dalam periode gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu.
Mohammad Radmehr, seorang pejabat di Provinsi Hormozgan, menjelaskan bahwa insiden bermula saat tindakan agresif terjadi di wilayah Laut Makran dan Selat Hormuz. Sebuah kapal pengangkut barang yang sedang melintas di dekat perairan Minab menjadi sasaran hingga api berkobar di badan kapal.
"Sepuluh pelaut yang terluka telah dipindahkan ke rumah sakit, dan kelompok lokal serta tim pencarian sedang berusaha untuk mengetahui nasib lima pelaut lainnya," ujar Mohammad Radmehr sebagaimana kami kutip dari kantor berita Mehr.
Hingga saat ini, otoritas setempat masih menyelidiki apakah kapal kargo tersebut memang menjadi target langsung atau terjebak dalam baku tembak yang lebih luas.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) memberikan keterangan yang berbeda mengenai pemicu bentrokan. Menurut CENTCOM, pasukan Iran terlebih dahulu meluncurkan serangan menggunakan kombinasi rudal, drone, dan kapal-kapal kecil yang mengarah ke tiga kapal perang Amerika Serikat.
Beruntung, tidak ada aset Amerika yang terkena serangan tersebut. Sebagai respons, pasukan Amerika segera menghancurkan ancaman yang datang dan membalas serangan ke sejumlah pangkalan darat di daratan Iran.
Dampak dari ketegangan ini tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga memukul sektor ekonomi global. CENTCOM melaporkan bahwa mereka telah mencegah lebih dari 70 kapal tanker untuk keluar maupun masuk ke pelabuhan-pelabuhan Iran pada hari Jumat ini.
"Kapal-kapal komersial ini memiliki kapasitas untuk mengangkut lebih dari 166 juta barel minyak Iran senilai sekitar US$13 miliar lebih," tulis pihak CENTCOM melalui unggahan di media sosial X.
Pihak militer Iran sendiri mengklaim bahwa mereka menargetkan kapal-kapal AS sebagai aksi balasan. Teheran menuduh Amerika Serikat sebelumnya telah mengincar sebuah kapal tanker minyak milik Iran serta kapal lain yang sedang memasuki wilayah Selat Hormuz di seberang pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.
Situasi di jalur pelayaran minyak paling vital di dunia ini kini berada dalam status waspada tinggi, mengingat gencatan senjata yang ada terbukti sangat rapuh menghadapi dinamika di lapangan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id