Ia menegaskan bahwa keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama bagi seluruh negara ASEAN di era yang penuh ketidakpastian ini.
"Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama," tegasnya dalam pidato.
Prabowo menyadari, banyak negara anggota ASEAN yang memiliki ribuan warga negara yang tinggal atau bekerja di luar negeri.
Oleh karena itu, kerja sama dan koordinasi yang erat antarnegara ASEAN menjadi sangat esensial untuk memberikan perlindungan yang maksimal.
Pendekatan bersama ASEAN dipandang sebagai langkah vital dalam memperkuat perlindungan dan penanganan warga negara, terutama dalam situasi darurat yang tak terduga.
"Saya pikir kita harus memiliki pendekatan ASEAN yang sama. Indonesia bersedia bekerja sama erat dengan rekan-rekan kita dari ASEAN.
Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama," tuturnya, menunjukkan kesiapan Indonesia.
Tak berhenti di situ, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap mandat pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menekankan bahwa keselamatan para personel penjaga perdamaian harus dijamin dan dihormati oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik.
"Kita telah kehilangan prajurit Indonesia yang bertugas bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan kita menuntut akuntabilitas bahwa tugas-tugas penjaga perdamaian harus dihormati oleh semua pihak," ujarnya, penuh penekanan.
Baca Juga
Presiden Prabowo menyambut baik semangat solidaritas yang telah ditunjukkan oleh negara-negara ASEAN.
Ia mencontohkan tawaran Singapura untuk bekerja sama dalam proses evakuasi warga negara, yang mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan.
"Saya menyambut baik contoh Singapura yang menawarkan untuk juga bekerja sama dengan negara-negara lain jika kita harus mengevakuasi warga negara kita," pungkasnya, menutup sesi pleno dengan nada optimisme akan kolaborasi ASEAN.