Internasional . 06/05/2026, 07:56 WIB

Tiga Orang Tewas di Kapal Pesiar, Hantavirus Diperkirakan Jadi Penyebab

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Perjalanan laut yang seharusnya menjadi pengalaman tak terlupakan berubah menjadi tragedi ketika tiga penumpang meninggal dunia di atas kapal pesiar MV Hondius. Kasus ini langsung menarik perhatian dunia setelah hantavirus diperkirakan menjadi penyebab utama, meski penyelidikan masih terus berlangsung.

Kronologi Kasus di Tengah Samudra

Kapal pesiar MV Hondius berangkat dari Argentina dan tengah menjalani pelayaran lintas Atlantik ketika sejumlah penumpang mulai menunjukkan gejala gangguan pernapasan. Dalam beberapa pekan perjalanan, kondisi berkembang menjadi situasi darurat kesehatan.

Tujuh kasus hantavirus berhasil diidentifikasi, terdiri dari dua kasus yang telah terkonfirmasi dan lima lainnya masih dalam tahap dugaan. Dari jumlah tersebut, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, memicu kekhawatiran serius di kalangan otoritas kesehatan internasional.

Sebanyak 149 orang dari 23 negara masih berada di atas kapal, yang kini menjalani protokol kesehatan ketat sambil menunggu kejelasan kondisi wabah.

Dugaan Penyebab dan Karakter Hantavirus

Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui paparan kotoran, urin, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Penyakit ini jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat yang berujung fatal.

Dalam kasus di kapal ini, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan bahwa hantavirus diperkirakan menjadi penyebab, meskipun belum semua korban terkonfirmasi terinfeksi. Dugaan ini diperkuat oleh hasil tes pada beberapa pasien yang menunjukkan keberadaan virus tersebut.

Yang membuat situasi semakin kompleks adalah kemungkinan penularan antar manusia. Seorang pejabat WHO menyebut bahwa ada indikasi penyebaran terjadi pada kontak sangat dekat, meski hal ini tergolong sangat jarang dalam kasus hantavirus.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Tim medis dari Cape Verde bersama WHO telah dikerahkan untuk menangani situasi di kapal. Pemeriksaan dilakukan terhadap penumpang dan kru, terutama mereka yang menunjukkan gejala.

Beberapa individu dengan kondisi serius, termasuk awak kapal, dijadwalkan untuk dievakuasi menggunakan pesawat medis ke Belanda. Sementara itu, prosedur disinfeksi intensif dilakukan di seluruh area kapal.

Penumpang yang sakit serta tenaga medis diwajibkan menggunakan alat pelindung diri lengkap untuk mencegah kemungkinan penyebaran lebih lanjut.

Ketidakpastian di Antara Penumpang

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id