fin.co.id - Perjalanan Arsenal musim ini tidak lagi sekadar tentang kebangkitan. Tim asal London Utara itu kini berada di titik yang jauh lebih besar: ambang sejarah. Setelah puluhan tahun menunggu dominasi kembali, Arsenal kini membidik dua gelar paling prestisius dalam satu musim, yakni Liga Inggris dan Liga Champions.
Perburuan Gelar Liga yang Akhirnya Nyata
Sudah lebih dari dua dekade sejak Arsenal terakhir kali merasakan manisnya gelar liga. Sejak era keemasan Arsène Wenger dan musim legendaris tanpa kekalahan, klub ini seperti kehilangan arah dalam perburuan trofi domestik.
Kini, di bawah kepemimpinan Mikel Arteta, situasi berubah drastis. Arsenal bukan lagi sekadar penantang, melainkan pemimpin klasemen yang tampil konsisten sepanjang musim. Kemenangan demi kemenangan diraih dengan permainan yang matang, disiplin, dan penuh determinasi.
Arteta pernah menyatakan dalam sebuah wawancara, “Kami ingin membangun sesuatu yang bertahan lama, bukan hanya sukses sesaat.” Pernyataan itu kini mulai terlihat nyata di lapangan.
Dominasi di Eropa yang Tak Banyak Disadari
Di saat perhatian publik tertuju pada Liga Inggris, Arsenal diam-diam membangun rekor impresif di Liga Champions. Mereka tampil tanpa cela, bahkan melawan tim-tim besar Eropa.
Dalam perjalanan menuju final, Arsenal berhasil menyingkirkan raksasa seperti:
-
Bayern Munich
-
Inter Milan
-
Sporting CP
-
Atletico Madrid
Kemenangan atas Atletico bahkan terjadi dua kali, menegaskan bahwa Arsenal bukan hanya beruntung, tetapi benar-benar superior.
Performa ini menjadi sinyal kuat bahwa Arsenal kini telah kembali ke panggung elite Eropa, bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai kandidat juara.
Keberanian Arteta dan Lahirnya Generasi Baru
Salah satu kunci keberhasilan Arsenal musim ini adalah keberanian dalam regenerasi. Arteta tidak ragu memberi kepercayaan kepada pemain muda seperti Myles Lewis-Skelly.
Di usia 19 tahun, ia dipercaya mengisi lini tengah dalam laga krusial. Keputusan ini sempat dipertanyakan, namun di lapangan, Lewis-Skelly justru tampil tenang, mampu mengalirkan bola, dan menjaga ritme permainan.