fin.co.id - Memasuki bulan Mei 2026, para pecinta astronomi disuguhkan dengan fenomena unik yang disebut Micromoon (Bulan Mikro).
Berbeda dengan Supermoon yang tampak besar dan terang, Micromoon terjadi saat Bulan berada pada titik terjauhnya dari Bumi dalam orbit elipsnya, yang dikenal sebagai titik Apogee.
Pada bulan ini, langit malam akan dihiasi oleh dua momen krusial. Pertama, Bulan Purnama Bunga (Full Flower Moon) pada 1 Mei 2026.
Kedua, fenomena yang jauh lebih langka yaitu Bulan Biru (Blue Moon) pada 30-31 Mei 2026, yang diprediksi akan menjadi Bulan Purnama terjauh sepanjang tahun 2026.
Bulan mengelilingi Bumi tidak dalam lingkaran sempurna, melainkan jalur lonjong. Hal ini menciptakan dua titik ekstrem setiap bulannya:
- Perigee: Titik terdekat yang menghasilkan Supermoon.
- Apogee: Titik terjauh yang menghasilkan Micromoon.
Secara visual, sebuah Micromoon akan tampak sekitar 12-14% lebih kecil dibandingkan Supermoon dan sekitar 7% lebih kecil dari Bulan Purnama rata-rata.
Meski tampak lebih kecil, kejernihan langit Mei sering kali membuat fenomena ini tetap mempesona untuk diamati.
Perdebatan Jarak dan Definisi Para Ahli
Hingga saat ini, belum ada aturan baku internasional mengenai batas jarak sebuah bulan bisa disebut Micromoon.
Hal ini memicu perbedaan data antara situs penyedia informasi astronomi ternama:
1. Versi Astropixels (Fred Espenak): Mencatat tiga Micromoon penuh di tahun 2026, yakni pada 1 Mei, 31 Mei, dan 29 Juni. Espenak menggunakan standar jarak 90% dari jarak terjauh orbit tertentu.
Baca Juga
2. Versi Timeanddate.com: Hanya mengakui dua Micromoon penuh (31 Mei dan 29 Juni). Mereka menetapkan standar ketat bahwa pusat Bulan harus berada lebih jauh dari 405.000 kilometer (251.655 mil) dari pusat Bumi.
Bulan purnama pada akhir Mei 2026 akan menjadi yang terjauh di tahun ini, mencapai jarak fantastis 406.135 kilometer (252.360 mil).
Sebagai perbandingan, jarak rata-rata Bumi-Bulan hanya sekitar 384.472 kilometer.