Ekonomi . 30/04/2026, 10:08 WIB
fin.co.id — PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk [BBRI] langsung membuka 2026 dengan performa impresif. Bank pelat merah ini mencetak laba bersih Rp15,63 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 13,8% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp13,74 triliun.
Kinerja ini tidak muncul tiba-tiba. BBRI mengandalkan kekuatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebagai mesin utama pertumbuhan. Hingga Maret 2026, NII tercatat Rp40,15 triliun, naik 11,9% secara tahunan dari Rp35,88 triliun.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bank BRI, Hery Gunardi, dalam paparan kinerja 1Q2026 yang diselenggarakan secara daring, Kamis, 30 April 2026.
Peningkatan NII berjalan seiring ekspansi kredit yang agresif namun tetap terukur. Portofolio pinjaman dan pembiayaan BBRI tumbuh 13,7% YoY menjadi Rp1.562,45 triliun, naik dari Rp1.373,66 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan strategi penyaluran kredit, khususnya ke sektor produktif seperti UMKM, tetap berjalan konsisten sekaligus menjaga kualitas aset.
Dari sisi profitabilitas inti, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) mencapai Rp32,18 triliun atau naik 7,7% YoY. Meski secara kuartalan turun tipis 1,8%, penurunan ini dipicu oleh koreksi pada pendapatan operasional lainnya.
Sementara itu, beban provisi relatif stabil di Rp12,12 triliun, bahkan turun 1,2% secara tahunan. Angka ini mencerminkan kualitas kredit yang tetap terjaga di tengah ekspansi pembiayaan.
Dari sisi neraca, BBRI terus memperkuat fondasi bisnis. Total aset tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp2.249,83 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan earning assets sebesar 8,5% menjadi Rp2.101,72 triliun.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 9,4% menjadi Rp1.555,12 triliun. Struktur dana murah atau CASA tetap dominan di Rp1.058,62 triliun, naik 13,2% YoY.
Dominasi CASA memberi ruang bagi bank untuk menekan biaya dana. Hal ini terlihat dari beban bunga yang turun 9,3% menjadi Rp12,68 triliun.
BBRI juga memperkuat struktur permodalan. Total ekuitas naik 12,8% menjadi Rp345,06 triliun. Sementara itu, Tier 1 Capital tumbuh 15,2% hingga mencapai Rp315,75 triliun.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id