Ekonomi . 30/04/2026, 10:27 WIB

CASA Jadi Senjata Rahasia! BRI Tetap Ngebut di Tengah Likuiditas Ketat

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Admin

fin.co.id — Kinerja pendanaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbkatau BRI [idx: BBRI] mencuri perhatian di kuartal I-2026. Di tengah tekanan likuiditas industri perbankan, bank ini justru mampu menjaga pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekaligus memperkuat struktur pendanaan.

Fokus utama BRI terlihat jelas: memperbesar porsi dana murah atau CASA. Strategi ini terbukti efektif menjaga efisiensi biaya sekaligus mendorong profitabilitas.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari transformasi yang dijalankan secara disiplin.

“Di tengah dinamika yang menantang, BRI mampu menjaga pertumbuhan sehat melalui transformasi yang serius dan penuh kehati-hatian,” ujar Hery dalam paparan kinerja kuartal I-2026.

DPK Tumbuh, CASA Makin Dominan

Hingga akhir Maret 2026, total DPK BRI mencapai Rp1.555 triliun atau naik 9,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini tidak hanya soal angka, tetapi juga kualitas pendanaan yang semakin kuat.

CASA tercatat sebesar Rp1.058,6 triliun atau tumbuh 13,2% yoy. Porsi dana murah yang semakin besar ini menunjukkan keberhasilan BRI dalam menarik simpanan berbasis transaksi, seperti tabungan dan giro.

Dominasi CASA menjadi kunci penting. Dengan komposisi dana murah yang kuat, BRI mampu menekan biaya dana di tengah persaingan likuiditas yang ketat.

Biaya Dana Turun, Profitabilitas Naik

Strategi CASA langsung berdampak pada efisiensi. Cost of fund (CoF) turun signifikan dari 3% menjadi 2,3% pada kuartal I-2026.

Penurunan biaya dana ini membuka ruang bagi peningkatan pendapatan bunga bersih. Net Interest Income (NII) BRI tumbuh 11,9% yoy menjadi Rp40,15 triliun.

Kinerja ini kemudian mengangkat rasio profitabilitas. Return on Assets (ROA) naik dari 2,7% menjadi 2,8%, sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat dari 17,1% menjadi 18,4%.

Kredit Tetap Ekspansif, UMKM Jadi Andalan

Dari sisi penyaluran, BRI tetap agresif namun terukur. Kredit tumbuh 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun.

Segmen UMKM masih menjadi tulang punggung bisnis. Total pembiayaan ke sektor ini mencapai Rp1.211 triliun, menegaskan komitmen BRI dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id