Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia 2026, Rupiah Ikut Masuk?

fin.co.id - 28/04/2026, 20:10 WIB

Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia 2026, Rupiah Ikut Masuk?

Dolar AS Ilustrasi

Salah satu masalah utama yang dihadapi Laos adalah beban utang luar negeri yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang belum kuat ikut mempersempit ruang gerak kebijakan pemerintah. Karena alasan tersebut, kip Laos masih sulit mencatat penguatan besar dalam waktu dekat.

5. Rupiah Indonesia berada di posisi kelima

Rupiah Indonesia masuk dalam daftar mata uang terlemah di dunia dan berada di posisi kelima berdasarkan data referensi artikel. Satu rupiah bernilai sekitar 0,000059 dolar AS, sehingga 1 dolar setara lebih dari Rp17 ribu. Nilai tukar rupiah sempat menjadi sorotan karena bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Meski demikian, Indonesia tetap memiliki fundamental ekonomi yang relatif besar di kawasan Asia Tenggara. Tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi sentimen global seperti arus modal keluar, penguatan dolar AS, dan kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. Dengan pasar domestik yang besar, rupiah masih memiliki peluang stabil ketika kondisi global mulai membaik.

6. Som Uzbekistan masih bernilai rendah

Som Uzbekistan juga tercatat sebagai salah satu mata uang dengan nilai tukar rendah terhadap dolar AS. Satu som Uzbekistan bernilai sekitar 0,000082 dolar AS, sehingga 1 dolar setara lebih dari 12 ribu som Uzbekistan. Nilai tersebut menempatkan som dalam kelompok mata uang berdenominasi besar.

Negara ini memang sedang menjalankan berbagai reformasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing dan investasi. Namun, Uzbekistan masih menghadapi tantangan seperti inflasi yang cukup tinggi dan tingkat pengangguran di beberapa sektor. Karena itu, som Uzbekistan belum mampu menunjukkan penguatan besar secara konsisten.

7. Franc Guinea terdampak instabilitas politik

Franc Guinea masuk dalam daftar karena nilainya masih rendah meskipun negara itu kaya sumber daya alam. Satu franc Guinea bernilai sekitar 0,000114 dolar AS terhadap dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam belum otomatis membuat mata uang menjadi kuat.

Instabilitas politik dan persoalan keamanan menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Investor biasanya cenderung berhati-hati masuk ke negara dengan situasi politik yang belum stabil. Akibatnya, franc Guinea masih menghadapi tekanan dalam menjaga nilai tukarnya.

8. Franc Burundi bergantung pada ekspor komoditas

Franc Burundi memiliki nilai tukar rendah karena struktur ekonomi negara itu masih terbatas dan belum terdiversifikasi luas. Satu franc Burundi bernilai sekitar 0,000336 dolar AS, sehingga 1 dolar setara sekitar 2.972 franc Burundi. Nilai tersebut menunjukkan mata uang ini masih lemah dibanding banyak negara lain.

Burundi sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh sebagai sumber pemasukan penting. Jika harga global turun atau permintaan berkurang, kemampuan ekonomi negara itu ikut tertekan. Kondisi tersebut membuat franc Burundi sulit bergerak lebih kuat dibanding mata uang negara berkembang lainnya.

9. Ariary Madagaskar rentan gejolak eksternal

Ariary Madagaskar juga masuk daftar mata uang bernilai rendah di dunia pada 2026. Satu ariary Madagaskar bernilai sekitar 0,000239 dolar AS terhadap dolar Amerika Serikat. Meski nilainya kecil, mata uang ini tetap menjadi alat transaksi utama dalam perekonomian domestik negara tersebut.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID