Langkah Southampton ke semifinal juga tidak main-main. Mereka menyingkirkan Arsenal dengan skor 2-1 melalui gol dramatis Shea Charles, mantan pemain akademi City sendiri.
Meski bermain di kasta kedua, semangat juang untuk meraih keabadian di tahun peringatan sejarah klub menjadi bahan bakar utama bagi tim tamu.
Krisis Lini Belakang dan Absennya Sang Jenderal
Manchester City harus tampil pincang tanpa sosok Rodri yang mengalami cedera pangkal paha.
Kehilangan Rodri merupakan pukulan telak mengingat perannya sebagai penyeimbang lini tengah.
Selain itu, lini pertahanan City juga kehilangan Josko Gvardiol dan Ruben Dias yang masih menepi.
Kondisi serupa dialami Southampton. Mereka dipastikan tampil tanpa Flynn Downes dan Ryan Manning karena suspensi kartu.
Sang kapten, Jack Stephens, juga diragukan tampil setelah mengalami masalah pada otot betis saat sesi pemanasan tengah pekan kemarin.
Analisis Pertandingan: Kelas vs Determinasi
Secara kualitas di atas kertas, Manchester City adalah favorit mutlak.
Kedalaman skuad Guardiola memungkinkan mereka melakukan rotasi tanpa mengurangi ketajaman secara signifikan.
Nama-nama seperti Phil Foden, Savinho, hingga Erling Haaland tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Baca Juga
Namun, Southampton memiliki senjata berupa kolektivitas tim dan momentum sebagai "pembunuh raksasa".
Masalah City di Wembley juga menjadi celah; Guardiola tercatat kalah enam kali dari tujuh laga Piala FA di stadion nasional ini.
Jika Southampton mampu meredam Haaland, yang uniknya belum pernah mencetak gol di fase semifinal atau final bersama City, kejutan besar bisa saja terjadi.