Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg, Rektor ITPLN Dorong Jargas hingga Kompor Induksi

fin.co.id - 24/04/2026, 07:21 WIB

Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg, Rektor ITPLN Dorong Jargas hingga Kompor Induksi

Kenaikan harga LPG 12 kg dinilai penting untuk jaga subsidi tepat sasaran, meski berisiko picu peralihan ke LPG 3 kg bersubsidi.

“Yang nonsubsidi harus bayar sesuai harga keekonomian, sementara subsidi tetap untuk masyarakat miskin,” katanya.

Dampak ke Inflasi Dinilai Kecil

Iwa mengakui kenaikan harga LPG 12 kg tetap berdampak pada inflasi dan daya beli. Namun, dampaknya dinilai relatif kecil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bobot LPG nonsubsidi dalam keranjang inflasi hanya sekitar 0,18 persen. Angka ini jauh di bawah komoditas seperti beras (3,8 persen) dan bensin (4 persen).

“Kalau harga naik 10 persen, kontribusinya ke inflasi hanya sekitar 0,018 persen. Jadi relatif kecil,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi second round effect, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner. Setiap program penelitian ITPLN bisa diakses melalui www.itpln.ac.id.

“Kenaikan biaya bisa diteruskan ke harga makanan. Misalnya, harga pecel ayam naik Rp1.000. Ini yang nanti terasa, tapi biasanya bertahap dalam 1-2 bulan,” jelasnya.

AdminFIN
AdminFIN
Penulis

Penulis FIN.CO.ID