fin.co.id - Situasi di kubu Ducati mulai menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa. Francesco Bagnaia secara terbuka mengungkapkan adanya masalah mendasar pada motor yang ia kendarai, sebuah pernyataan yang langsung memicu perhatian di paddock MotoGP.
Dalam pernyataannya jelang seri Jerez, Bagnaia tidak menutup-nutupi kondisi yang ia alami. Ia menyebut bahwa “DNA” motor Ducati saat ini justru menjadi penghambat performanya sendiri.
DNA Motor Ducati Jadi Sorotan
Bagi seorang juara dunia, mengkritik motor sendiri bukanlah hal yang biasa. Namun, Bagnaia memilih untuk jujur. Ia menilai karakter dasar motor Ducati GP25 dan GP26 tidak memberinya kebebasan untuk tampil maksimal.
“DNA dari motor ini sama, dan itu tidak memungkinkan saya mengekspresikan kemampuan sepenuhnya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menyentuh aspek paling fundamental dalam pengembangan motor balap: filosofi desain. Jika DNA motor dianggap tidak cocok dengan gaya pembalap utama, maka masalahnya bukan sekadar teknis kecil, melainkan arah pengembangan secara keseluruhan.
Performa Tertahan, Gaya Balap Terbatas
Masalah yang dihadapi Bagnaia bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga rasa percaya diri saat mengendarai motor. Ia mengaku harus mengubah gaya balapnya secara signifikan.
Alih-alih menyerang, Bagnaia justru lebih sering bertahan di lintasan. Hal ini berbanding terbalik dengan kekuatan utamanya selama ini, yaitu pengereman agresif dan masuk tikungan yang tajam.
“Sekarang saya harus berkendara sangat defensif, dan itu membuat saya tidak bisa cepat,” jelasnya.
Perubahan ini bukan tanpa konsekuensi. Dalam dunia balap, kepercayaan terhadap motor adalah segalanya. Tanpa itu, pembalap akan kehilangan insting alami yang justru menjadi pembeda di level tertinggi.
Baca Juga
Dampak Langsung di Klasemen
Efek dari masalah ini sudah terlihat jelas di klasemen. Bagnaia yang biasanya menjadi kandidat kuat juara, kini justru tercecer di posisi kesembilan.
Sementara itu, rival dari tim lain justru tampil lebih konsisten. Dominasi Ducati yang sebelumnya begitu kuat mulai digoyang oleh tim-tim seperti Aprilia dan KTM.