Keterlambatan Menstruasi pada Remaja: Kenali Batas Usia Normal dan Sinyal Bahayanya

fin.co.id - 22/04/2026, 16:15 WIB

Keterlambatan Menstruasi pada Remaja: Kenali Batas Usia Normal dan Sinyal Bahayanya

Remaja belum menstruasi? Kenali batas usia normal, tanda bahaya, dan kapan harus ke dokter agar tidak terlambat. Foto: Freepik.

fin.co.id - Keterlambatan menstruasi pada remaja putri sering dianggap hal sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal penting terkait kesehatan reproduksi. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Dinda Derdameisya Sp.OG, mengingatkan orang tua untuk tidak mengabaikan tanda-tanda tertentu yang muncul saat anak memasuki masa pubertas.

Menurut Dinda, orang tua perlu segera bertindak jika anak perempuan belum mengalami menstruasi hingga usia tertentu. Terlebih lagi, kondisi ini sering kali berkaitan dengan perkembangan hormon dan pertumbuhan tubuh secara keseluruhan.

Batas Usia Normal Menstruasi pada Remaja

Secara umum, menstruasi pertama atau menarche biasanya terjadi pada usia 10 hingga 11 tahun. Namun, setiap anak memiliki waktu perkembangan yang berbeda. Meski begitu, ada batas usia maksimal yang perlu diperhatikan.

Dinda menjelaskan bahwa remaja putri sebaiknya sudah mengalami menstruasi paling lambat di usia 16 tahun. Jika hingga usia tersebut belum terjadi, maka kondisi ini perlu dievaluasi lebih lanjut oleh tenaga medis.

Selain itu, ada indikator lain yang tak kalah penting. Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda pubertas atau karakteristik seks sekunder.

Tanda Pubertas yang Tidak Boleh Diabaikan

Perubahan fisik menjadi penanda utama bahwa tubuh anak mulai memasuki masa pubertas. Misalnya, pertumbuhan payudara dan munculnya bulu halus di beberapa bagian tubuh.

Jika hingga usia 14 tahun anak belum menunjukkan tanda-tanda tersebut, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Langkah ini penting untuk memastikan apakah ada gangguan dalam proses pertumbuhan.

Sebaliknya, jika perubahan fisik sudah terlihat tetapi menstruasi belum juga datang hingga usia 16 tahun, kondisi ini juga perlu mendapat perhatian serius.

Peran Hormon dalam Siklus Menstruasi

Menstruasi terjadi karena adanya perubahan hormon reproduksi dalam tubuh. Sejak lahir, anak perempuan sebenarnya sudah memiliki indung telur. Namun, hormon reproduksi masih belum matang pada masa kanak-kanak.

Ketika memasuki usia pubertas, hormon mulai meningkat hingga mencapai level tertentu. Pada tahap ini, tubuh mulai mematangkan sel telur dan menebalkan dinding rahim.

Jika tidak terjadi pembuahan, maka lapisan tersebut akan luruh dan keluar sebagai darah menstruasi. Proses inilah yang menandai siklus menstruasi pertama.

Pentingnya Memantau Pertumbuhan Anak

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern