Seluruh proses pendaftaran dan partisipasi masyarakat dilakukan secara terbuka melalui e-catalogue resmi sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas dalam menjamin akses yang setara bagi seluruh publik.
Melalui pendekatan yang terencana ini, Badan Pemulihan Aset optimis bahwa pengelolaan aset negara akan menjadi instrumen penting dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kualitas tata kelola pemerintahan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas penyelenggaraan BPA Fair ini. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem properti dan aset berbasis syariah di Indonesia.
”Harapannya, acara ini mampu menjaring pembeli potensial yang tepat agar dapat mendorong peningkatan transaksi dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Sementara itu, Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista juga menyatakan bahwa kolaborasi dengan BPA merupakan bentuk optimalisasi aset yang lebih komprehensif dalam upaya menciptakan keunggulan berkelanjutan.
“Melalui sinergi ekosistem bisnis yang kuat, kami berkomitmen untuk mengakselerasi pemanfaatan aset agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal,” ujar Adhika.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh Sekretaris Kepala Badan Pemulihan Aset Idianto, S.H., M.H., Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Anang Supriatna, S.H., M.H., Direktur Corporate Bank Mandiri Mochamad Rizadi, SVP PT BNI Rangga Bhirawa, serta SEVP Information Technology PT Bank Syariah Indonesia Muhammad Misbahul Munir.