Internasional . 19/04/2026, 12:42 WIB
fin.co.id - Upaya mencapai kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat masih menemui jalan buntu. Meski kedua pihak mengakui adanya perkembangan dalam pembicaraan, perbedaan mendasar membuat hasil akhir masih jauh dari tercapai.
Situasi ini semakin memanas setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Pimpinan parlemen Iran menyebut bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat memang menunjukkan kemajuan. Namun ia menegaskan bahwa kedua negara masih “jauh” dari kesepakatan damai.
Pernyataan ini mencerminkan kondisi nyata di meja perundingan: komunikasi tetap berjalan, tetapi titik temu belum ditemukan.
Perbedaan kepentingan, terutama terkait tekanan ekonomi dan keamanan, masih menjadi penghalang utama.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan yang lebih optimistis. Ia menyebut bahwa komunikasi dengan Iran berlangsung “sangat baik”.
Namun Trump juga menegaskan satu hal penting: Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan.
Ia secara tegas mengatakan tidak akan membiarkan Teheran “memeras” Amerika melalui jalur strategis tersebut.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa meski komunikasi berjalan, sikap kedua pihak tetap keras.
Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup. Keputusan ini diambil sebagai respons atas blokade Amerika terhadap pelabuhan Iran, yang dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Iran juga menegaskan bahwa penutupan akan tetap berlangsung sampai blokade tersebut dicabut.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id