Internasional . 18/04/2026, 08:44 WIB

Iran Klaim Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kapal Justru Enggan Melintas

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Pernyataan Iran bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk pelayaran komersial seolah menjadi angin segar di tengah ketegangan global. Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Alih-alih ramai, jalur laut paling strategis di dunia itu justru tampak lengang.

Di atas kertas, Selat Hormuz dinyatakan aman. Tetapi di laut, kapal-kapal memilih menunggu.

Klaim Pembukaan yang Sarat Syarat

Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz telah “sepenuhnya terbuka” selama masa gencatan senjata. Pernyataan ini muncul setelah meredanya ketegangan sementara di kawasan Timur Tengah.

Namun, pembukaan ini tidak sepenuhnya bebas. Kapal komersial tetap diwajibkan mengikuti jalur tertentu yang telah ditentukan oleh otoritas Iran. Selain itu, jalur tersebut berada di bawah pengawasan militer yang ketat.

Situasi ini menciptakan persepsi bahwa meskipun dibuka, akses tetap dikendalikan dengan aturan yang belum sepenuhnya transparan.

Kapal Masih Enggan Melintas

Data pelacakan maritim menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh dari normal. Dalam kondisi biasa, lebih dari 100 kapal dapat melintas setiap hari. Kini, jumlahnya hanya segelintir.

Beberapa kapal bahkan dilaporkan membatalkan perjalanan atau berbalik arah setelah mendekati kawasan tersebut. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.

Ketidakpastian keamanan masih menjadi pertimbangan utama. Risiko ranjau laut, potensi konflik lanjutan, hingga perubahan kebijakan secara tiba-tiba membuat perusahaan pelayaran memilih berhati-hati.

Seorang analis pelayaran internasional menyebut kondisi ini sebagai “tenang yang belum tentu aman”, menggambarkan bahwa ketiadaan konflik aktif belum berarti risiko benar-benar hilang.

Bayang-Bayang Blokade Amerika Serikat

Selain faktor keamanan, keberadaan blokade laut oleh Amerika Serikat turut memperumit situasi. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa tekanan terhadap Iran akan tetap berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai yang lebih permanen.

Artinya, kapal-kapal yang melintas tidak hanya harus mempertimbangkan aturan dari Iran, tetapi juga potensi konsekuensi dari pihak Amerika Serikat.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id