Artinya, jika konflik kembali memanas, jalur ini bisa kembali terganggu dan harga minyak berpotensi melonjak lagi.
Sejumlah analis menilai pasar saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sedikit perubahan saja bisa langsung menggerakkan harga dalam skala besar.
Dampak Lebih Luas ke Ekonomi Global
Penurunan harga minyak memberi sedikit kelegaan bagi ekonomi global yang sebelumnya tertekan oleh lonjakan energi. Harga bahan bakar, biaya transportasi, hingga tekanan inflasi berpotensi mereda.
Namun, dampak konflik sebelumnya masih terasa. Gangguan rantai pasok dan keterlambatan distribusi diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.
Dengan kata lain, meski harga minyak turun, efek ekonomi dari konflik belum sepenuhnya hilang.
Penutup
Penurunan harga minyak ke level 88 dolar menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap dinamika geopolitik. Pembukaan Selat Hormuz menjadi sinyal positif, tetapi belum cukup untuk menjamin stabilitas jangka panjang.
Selama keamanan jalur tersebut belum benar-benar terjamin dan konflik belum berakhir permanen, pasar minyak akan tetap bergerak dalam ketidakpastian.