Guardiola Ngaku Banyak Belajar dari Arsenal

fin.co.id - 18/04/2026, 09:23 WIB

Guardiola Ngaku Banyak Belajar dari Arsenal

Pep Guardiola, Image: @pepteam / Instagram

fin.co.id - Komentar tak biasa datang dari pelatih Pep Guardiola. Di tengah derasnya kritik terhadap gaya bermain Arsenal, pelatih Manchester City itu justru mengaku menikmati permainan rivalnya tersebut. Bahkan, ia terang-terangan mengatakan banyak hal yang bisa dipelajari dari tim asuhan Mikel Arteta.

Pernyataan ini muncul jelang laga penentuan antara dua tim teratas Liga Inggris, sebuah duel yang bisa menjadi titik balik perburuan gelar musim ini.

Arsenal Disorot, Tapi Tetap Memimpin

Musim ini, Arsenal tampil impresif secara hasil. Mereka memimpin klasemen dan menjaga jarak dari para pesaing, termasuk Manchester City. Bahkan, peluang meraih gelar ganda—Liga Inggris dan Liga Champions—masih terbuka lebar.

Namun, di balik performa solid itu, kritik terus berdatangan. Gaya bermain Arsenal dianggap kurang “mengalir” karena terlalu mengandalkan situasi bola mati. Statistik menunjukkan sebagian besar gol mereka lahir dari skema set-piece, bukan permainan terbuka.

Dalam lima pertandingan terakhir, produktivitas dari open play pun menurun drastis. Hal ini memicu perdebatan, apakah Arsenal benar-benar layak disebut tim dominan secara permainan, atau hanya efektif dalam memanfaatkan momen.

Guardiola: Saya Menikmati dan Belajar

Di tengah kritik tersebut, Guardiola justru mengambil sudut pandang berbeda. Ia tidak melihat kelemahan, melainkan keunikan.

“Saya menikmati menonton mereka. Banyak hal yang bisa dipelajari,” ujarnya.

Bagi Guardiola, tuntutan terhadap tim besar memang selalu tinggi. Media, suporter, hingga pengamat memiliki ekspektasi yang sering kali sulit dipenuhi sepenuhnya. Namun, hasil tetap menjadi ukuran utama.

Ia menegaskan bahwa Arsenal memiliki sesuatu yang tidak dimiliki tim lain—sebuah dorongan emosional yang lahir dari penantian panjang.

Faktor 22 Tahun yang Tak Terlihat

Arsenal sudah lebih dari dua dekade tidak meraih gelar Liga Inggris. Tekanan sekaligus motivasi dari penantian panjang itu disebut Guardiola sebagai faktor yang tidak bisa dilawan secara taktik.

“Ada sesuatu yang membuat mereka unik. Sudah 22 tahun mereka menunggu. Itu tidak bisa kami lawan di lapangan,” katanya.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID