Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dimulai, Harapan dan Keraguan Muncul Bersamaan

fin.co.id - 17/04/2026, 18:45 WIB

Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dimulai, Harapan dan Keraguan Muncul Bersamaan

Gencatan Senjata, Image: DALL·E 3

Koresponden keamanan BBC, Frank Gardner, menekankan bahwa gencatan senjata ini “sangat rapuh”. Pernyataan ini bukan tanpa alasan.

Sejarah konflik Israel-Lebanon menunjukkan bahwa kesepakatan semacam ini sering kali bersifat sementara. Ketegangan yang belum terselesaikan, ditambah kehadiran pasukan di zona sengketa, menciptakan potensi eskalasi yang selalu ada.

Faktor lain yang memperlemah stabilitas adalah ketidakpercayaan antara kedua pihak, serta tekanan politik domestik di masing-masing negara.

Dimensi Global: AS, Iran, dan Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menyebut dimulainya gencatan senjata ini sebagai “hari bersejarah” bagi Lebanon. Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran “sangat dekat” untuk mencapai kesepakatan terpisah guna mengakhiri konflik yang lebih luas.

Jika benar tercapai, kesepakatan AS-Iran berpotensi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Sementara itu, Inggris dan Prancis dijadwalkan memimpin pertemuan internasional mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sekitar 40 negara diperkirakan akan ikut serta. Pertemuan ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya terbatas pada Israel dan Lebanon, tetapi juga menyentuh jalur perdagangan global yang vital.

Penutup

Gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon menghadirkan jeda yang sangat dibutuhkan, terutama bagi warga sipil yang menjadi korban utama konflik. Namun, di balik perayaan dan pernyataan optimistis, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perdamaian masih jauh dari kata pasti.

Kerapuhan kesepakatan, keberadaan zona militer, serta dinamika geopolitik yang lebih luas membuat situasi tetap berada di ambang ketidakstabilan. Seperti yang tergambar dari kisah warga yang belum bisa kembali ke rumahnya, gencatan senjata bukan akhir dari penderitaan, melainkan hanya jeda singkat dalam konflik panjang.

Referensi:

BBC News

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID