Ragam . 17/04/2026, 19:20 WIB
fin.co.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia resmi meluncurkan program "Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026". Melalui inisiatif strategis ini, BAZNAS mengintegrasikan berbagai kanal digital dan kasir ritel agar masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban secara lebih mudah, cepat, dan transparan, sekaligus memberikan dampak perputaran ekonomi yang luas bagi umat Islam di seluruh pelosok negeri.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, memimpin langsung agenda peluncuran program berskala nasional ini di Jakarta pada Jumat (17/4/2026). Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan M. Imdadun Rahmat turut menghadiri momentum penting tersebut.
Sodik Mudjahid menegaskan bahwa ibadah kurban memegang peranan yang sangat strategis dalam ajaran Islam. Masyarakat tidak sekadar menunaikan kurban sebagai bentuk ketaatan ritual spiritual kepada Tuhan, tetapi juga menjadikannya instrumen sosial ekonomi yang luar biasa ampuh untuk menggerakkan mesin kesejahteraan masyarakat lapis bawah.
BAZNAS memproyeksikan potensi ekonomi kurban nasional memiliki angka yang fantastis. Sodik memaparkan bahwa potensi perputaran uang dari momentum kurban pada tahun 2025 lalu menyentuh estimasi Rp34,85 triliun. Angka raksasa ini merepresentasikan kekuatan kapital umat yang memerlukan tata kelola optimal agar manfaatnya menyebar merata dan tepat sasaran.
Merujuk pada data empirik tahun 2025, BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia sukses mengelola dana kurban senilai Rp2,3 triliun. Nilai tersebut merepresentasikan pengelolaan 790.554 ekor hewan setara domba atau kambing. Pada saat yang sama, masyarakat umum, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta berbagai organisasi kemasyarakatan berhasil menghimpun kurban secara mandiri senilai Rp18,8 triliun, atau mewakili 1.962.575 ekor hewan. Pencapaian ini membuat total realisasi kurban nasional menembus Rp21,1 triliun sepanjang tahun 2025.
Menyikapi tren positif ini, BAZNAS dan jaringan LAZ mematok target yang jauh lebih ambisius pada penyelenggaraan Idul Adha 2026. Sodik menyatakan lembaganya menargetkan pengelolaan satu juta ekor domba atau kambing, dengan proyeksi nilai ekonomi mencapai Rp2,5 triliun. BAZNAS merumuskan target optimis ini setelah mengkalkulasi kapasitas institusi, tren pengumpulan dana, ketersediaan pasokan ternak, serta indikator stabilitas makroekonomi masyarakat.
Khusus untuk kantor pusat BAZNAS RI, Sodik mematok target penghimpunan minimal 6.000 ekor setara domba atau kambing. Target pusat ini berdiri mandiri di luar proyeksi kontribusi BAZNAS tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta mitra strategis lainnya.
Sodik menggarisbawahi bahwa keunggulan utama berkurban melalui BAZNAS bersumber pada penciptaan efek domino ganda. BAZNAS tidak sekadar mendistribusikan daging kepada fakir miskin, tetapi juga menyerap suplai hewan ternak langsung dari kantong-kantong peternak kecil (mustahik). BAZNAS membina para peternak ini secara intensif melalui program Balai Ternak BAZNAS yang tersebar meluas di berbagai wilayah Indonesia.
BAZNAS membekali para peternak gurem tersebut dengan bantuan bibit ternak berkualitas sekaligus pendampingan hulu ke hilir. Peternak mempelajari cara budidaya hewan yang sehat, tata kelola kandang, hingga strategi penguatan kapasitas bisnis. Oleh karena itu, pekurban yang menitipkan dananya melalui BAZNAS secara otomatis mengangkat derajat hidup dan memberdayakan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
BAZNAS juga menaruh fokus tajam pada peta pemerataan distribusi. Sodik menjamin armada BAZNAS akan mendistribusikan daging kurban ke seluruh pelosok Nusantara, terutama menyasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Lembaga ini memprioritaskan daerah rawan stunting dan kantong kemiskinan yang warganya sangat jarang mengonsumsi protein hewani. BAZNAS bahkan meluncurkan inovasi pengemasan daging sapi menjadi produk kalengan. Inovasi teknologi pangan ini memastikan daging awet berbulan-bulan dan mudah menembus wilayah dengan kontur geografis ekstrem.
Untuk menjaga kepercayaan publik, BAZNAS mengawal seluruh proses ini menggunakan prinsip 3A: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Masyarakat dapat merasa tenang karena kurban mereka terjamin sah menurut syariat agama, mematuhi koridor hukum negara, dan terbebas dari potensi penyimpangan dana.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, memaparkan beragam terobosan digital untuk merespons gaya hidup modern. BAZNAS membuka keran layanan pembayaran melalui situs resmi lembaga, platform urun dana (crowdfunding), dompet digital (fintech), aplikasi niaga elektronik (e-commerce), hingga layanan perbankan daring (digital banking).
Rizaludin mencatat transformasi digital ini mendapat sambutan luar biasa. Pada tahun lalu, sekitar 80 persen pekurban memilih bertransaksi melalui situs web resmi BAZNAS. Kanal perbankan terintegrasi, marketplace, dan fintech juga menyumbang pangsa pasar sebesar 6,8 persen. Cukup dengan menggunakan gawai dari rumah, masyarakat dapat memilih berbagai variasi paket kurban sesuai kemampuan finansial.
Sebagai referensi bagi masyarakat yang berniat menunaikan kurban tahun ini, BAZNAS merilis daftar harga hewan yang kompetitif dan terjamin kualitasnya:
Domba/Kambing (Doka) Standar: Rp2.450.000
Domba/Kambing (Doka) Medium: Rp2.900.000
Domba/Kambing (Doka) Premium: Rp3.100.000
Sapi Dewasa: Rp21.000.000
Kurban Kaleng (1 ekor sapi menjadi 250 kaleng siap saji): Rp21.000.000
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id