fin.co.id– Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kembali menunjukkan tajinya di panggung voli nasional. Sempat menelan kekalahan pahit pada laga sebelumnya, tim asal Jawa Timur ini berhasil bangkit dan mengamankan posisi puncak klasemen sementara babak final four Proliga 2026. Kepastian ini diraih setelah mereka menumbangkan perlawanan sengit Jakarta Popsivo Polwan dengan skor meyakinkan 3-1 di GOR Sritex, Solo, Sabtu 11 April 2026 malam.
Pertandingan berlangsung dramatis sejak awal. Popsivo Polwan sebenarnya sempat mencuri keunggulan pada set pertama dengan kemenangan tipis 23-25. Namun, kekalahan di awal laga tersebut justru menjadi bahan bakar bagi skuat asuhan Alessandro Lodi untuk meledak di set-set berikutnya. Gresik Phonska Plus membalas dengan skor 25-22, 25-23, dan menutup laga dengan 25-20.
Kemenangan ini membawa Phonska Plus mengoleksi sembilan poin dari empat laga, sekaligus menggeser rival terdekatnya ke posisi kedua. Momentum kebangkitan ini sangat krusial mengingat persaingan menuju grand final kian memanas.
Duet Mitchem-Bytsenko Jadi Kunci Kemenangan
Strategi agresif yang diterapkan Alessandro Lodi terbukti ampuh membongkar pertahanan lawan. Koordinasi tim yang lebih solid membuat Phonska Plus mampu menekan Popsivo sejak set kedua. Duet pemain asing, Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko, menjadi motor serangan utama yang sulit diredam oleh barisan blok lawan.
Meskipun Popsivo Polwan memiliki Malwina Smarzek yang berulang kali melepaskan smes mematikan, konsistensi pertahanan Gresik Phonska Plus tetap terjaga hingga akhir.
"Perubahan strategi permainan serta peningkatan koordinasi antar pemain membuat Phonska Plus tampil lebih agresif dalam menekan pertahanan lawan," demikian ulasan jalannya pertandingan di GOR Sritex.
Berikut adalah posisi klasemen sementara final four sektor putri usai laga Sabtu malam:
Gresik Phonska Plus: Memimpin di puncak dengan total 9 poin.
Jakarta Pertamina Enduro: Membayangi di peringkat kedua dengan koleksi 7 poin.
Jakarta Popsivo Polwan: Bertahan di posisi ketiga dengan raihan 3 poin.
Baca Juga
Jakarta Electric PLN Mobile: Berada di dasar klasemen dengan 2 poin.
Menatap Tiket Grand Final
Kolektivitas serangan menjadi poin utama yang membedakan kualitas kedua tim pada pertandingan ini. Anak-anak asuhan Darko Dobriskov di pihak Popsivo terlihat kesulitan mengembangkan permainan ketika Phonska Plus mulai mempercepat tempo serangan dan memperkokoh benteng di depan net.
Dengan sisa pertandingan yang ada, peluang Popsivo Polwan maupun Jakarta Electric PLN sebenarnya belum sepenuhnya tertutup. Namun, mereka wajib menyapu bersih laga berikutnya jika ingin memperbaiki posisi dan mengejar ketertinggalan dua hingga tujuh poin dari pemuncak klasemen.