Lebih lanjut, Mujani juga menyinggung kemungkinan pemakzulan atau impeachment terhadap Prabowo. Namun, ia meragukan mekanisme tersebut dapat berjalan efektif.
Menurutnya, lembaga yang memiliki kewenangan untuk melakukan impeachment tidak akan mampu menjalankan proses tersebut.
"Cuma lagi-lagi kalau Feri (Amsari) bilang cuma impeachment, dari awal saya udah bilang Jokowi juga harus di-empeachment waktu proses pemilu itu," tandasnya.
"Nah kalau bicara impeachment kan prosedur-prosedur yang formal. Kita berharap pada orang-orang DPR itu yang, ah, udah gitu ya, nggak bisa kita harapkan," sambungnya.
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) itu kemudian menyebut bahwa ada cara lain yang dinilainya lebih efektif untuk menghentikan kekuasaan, yakni melalui gerakan rakyat.
Ia pun menyinggung peristiwa kejatuhan Soeharto pada 1998, yang menurutnya terjadi akibat tekanan besar dari demonstrasi mahasiswa dan masyarakat.
"Mengganti impeachment itu, ya hanya kita yang bisa, rakyat gitu loh. 1998 Juga tidak akan terjadi kalau rakyat dan teman-teman turun. Nggak akan itu MPR akan menurunkan Soeharto. Dan itu tekanan, tekanan bukan undang-undang. Itu demo yang besar, seperti di Amerika itu," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Mujani kembali menegaskan pandangannya terkait langkah yang bisa diambil.
"Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapu menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," tutup Mujani. *