Catatan Dahlan Iskan . 09/04/2026, 05:48 WIB
Oleh: Dahlan Iskan
Presiden Trump tidak marah ketika ahli psikologi mengatakan kejiwaanya menurun drastis dalam dua minggu terakhir. Jangan-jangan itu justru dianggap penting bagi Trump: kelak bisa dipakai alibi agar tidak bisa dituntut ke pengadilan. Orang yang kena gangguan jiwa tidak bisa diadili --hanya saja harus dibawa ke dokter ahli jiwa.
Ancaman diseret ke pengadilan itu ada. Tuduhannya: sebagai penjahat perang. Yang mengadili: hakim Mahkamah Internasional. Kedudukannya di Den Haag, Belanda.
Anda sudah tahu siapa yang menyatakan Trump bisa dibawa ke Mahkamah Internasional: Jan Egeland, ketua komisi pengungsi Norwegia. Alumnus Universitas Oslo di Norwegia dan Berkeley di California itu punya kompetensi tinggi untuk menilai itu. Usianya 68 tahun. Pernah jadi menteri di bidang itu di sana. Punya banyak jabatan internasional urusan pengungsi. Juga duduk di komisi hak-hak asasi manusia Eropa.
Tindakan Trump yang mana yang dianggap Egeland sebagai kejahatan perang?
Anda sudah tahu yang mana. Yang ini. Yang diucapkan Trump ini: "Seluruh peradaban Iran akan punah malam ini".
Trump memang banyak mengeluarkan kata-kata serem tiga hari lalu. Misalnya: Amerika akan melancarkan serangan terdahsyat yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Amerika mampu melakukan itu karena kemampuan militer dan persenjataanmya terhebat di dunia. Juga: "Hari ini adalah Hari Jembatan dan Hari Pembangkit Listrik". Maksudnya: di hari itu serangan Amerika dan Israel akan difokuskan untuk menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran. Dua infrastruktur itu akan dihancurkan dalam satu paket.
Begitu Egeland membaca/melihat ucapan Trump soal pemusnahan peradaban itu ia langsung posting komentar: "Menghancurkan peradaban tergolong kejahatan perang," katanya. Egeland serius mengingatkan itu. "Yang saya ucapkan itu bukan sekadar rekomendasi. Ini hukum internasional di bidang kemanusiaan," tegasnya.
Egeland juga sekjen Palang Merah Norwegia. Ia lahir di Stavanger dan jadi guru besar di kota itu. Kota Stavanger penting bagi saya: dari kota itu saya terbang ke Sommerset untuk kemudian terbang lagi ke kutub utara.
Tidak hanya soal peradaban. Menyasar infrastruktur sipil juga bisa dianggap kejahatan perang. Berarti di dua hal itu Trump bisa terancam dibawa ke pengadilan internasional.
Itu kalau ada yang mengadukan. Atau berani mengadukan.
Dalam statuta pengadilan internasional pengaduan itu sendiri tidak wajib sebagai syarat penuntutan. Jaksa pengadilan internasional bisa melakukan penuntutan tanpa adanya laporan.
Jabatan jaksa itu kini dipegang oleh Karim Khan. Ia ahli hukum dari Inggris. Pernah jadi jaksa penuntut di pengadilan umum, pernah pula jadi pengacara membela terdakwa. Karim punya pengalaman di dua sisi sekaligus. Masa jabatannya pun masih panjang: sampai 2029. Masa jabatan jaksa pengadilan internasional itu delapan tahun --mulai dijabat Karim tahun 2021.
Di masa jabatannya itu Karim sudah berani menetapkan tiga tokoh dunia jadi tersangka: Vladimir Putin, Benjamin Netanyahu, dan Rodrigo Duterte.
Sejauh ini baru mantan presiden Filipina itu yang sudah ditangkap. Kini masih ditahan di Den Haag. Belum mulai diadili. Anda sudah tahu kasusnya: memerintahkan membunuh para bandar narkoba di Filipina. Tidak perlu lewat pengadilan. Langsung habisi. Kalau lewat pengadilan bisa bebas.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id