Israel Kembali Gempur Lebanon, 254 Orang Tewas

fin.co.id - 09/04/2026, 08:43 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon, 254 Orang Tewas

fin.co.id - Serangan udara kembali mengguncang Lebanon setelah Israel melancarkan operasi militer besar di wilayah selatan Beirut. Ledakan keras dilaporkan terjadi di kawasan Dahiyeh pada Rabu (8/4), menimbulkan kepulan asap tebal dari area yang menjadi sasaran serangan.

Koresponden Anadolu melaporkan bahwa dentuman kuat terdengar di sejumlah titik di wilayah tersebut. Dahiyeh sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan padat penduduk di selatan ibu kota Lebanon.

Militer Israel sebelumnya menyatakan telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 100 lokasi hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Target operasi tersebut disebut berada di Beirut, Lembah Beqaa, serta wilayah Lebanon selatan.

Serangan yang terjadi pada Rabu itu disebut sebagai gelombang serangan terbesar sejak konflik antara Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, pecah pada 2 Maret lalu. Hingga kini, jumlah korban tewas akibat serangan Israel dilaporkan mencapai sedikitnya 254 orang, termasuk 92 korban di Beirut.

Pemerintah Lebanon menilai serangan tersebut sebagai eskalasi serius yang memperburuk situasi keamanan di negaranya.

"Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Lebanon, agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan selatan," kata Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine kepada Al Jazeera.

Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah Iran dan Amerika Serikat pada Selasa (7/4) mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Langkah tersebut disebut bertujuan membuka jalan menuju kesepakatan akhir untuk menghentikan perang yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak akhir Februari.

Konflik terbaru di kawasan Timur Tengah ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berdampak luas pada sektor lain. Ketegangan yang meningkat memicu gangguan pada penerbangan internasional serta memicu kekhawatiran krisis energi global.

Situasi semakin rumit setelah pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz diberlakukan. Jalur pelayaran penting tersebut berada di bawah kendali Iran dan dijadikan sebagai langkah balasan atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Sumber: Anadolu

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca