Sejak pertama kali dirumorkan pada 2017, iPhone Fold memang selalu menjadi topik hangat. Apple tampaknya tidak ingin terburu-buru, terutama karena pesaing seperti Samsung sudah lebih dulu memasuki pasar foldable sejak 2019.
Keputusan untuk menunda, jika benar terjadi, bisa jadi merupakan langkah strategis. Apple dikenal lebih memilih menunda peluncuran dibandingkan merilis produk yang belum sempurna.
Produksi awal iPhone Fold juga diperkirakan terbatas, hanya sekitar beberapa juta unit. Hal ini menunjukkan bahwa Apple masih ingin menguji pasar sebelum benar-benar menjadikan foldable sebagai arus utama.
Penutup
Kendala pada engsel dan layar menjadi pengingat bahwa inovasi besar selalu datang dengan tantangan yang tidak kecil. Dalam kasus iPhone lipat, Apple dihadapkan pada pilihan antara menjaga jadwal atau memastikan kualitas tetap menjadi prioritas utama.
Jika melihat rekam jejaknya, Apple cenderung memilih opsi kedua. Penundaan mungkin menjadi konsekuensi yang harus diterima demi menghadirkan perangkat yang benar-benar matang dan siap digunakan dalam jangka panjang.
Di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar smartphone, keberhasilan atau kegagalan iPhone Fold nantinya bisa menjadi penentu posisi Apple dalam era baru perangkat mobile.
Referensi:
Engadget – Apple's foldable iPhone is reportedly at risk of delay
Bloomberg – Apple foldable iPhone report by Mark Gurman
Nikkei Asia – Apple foldable production timeline report